Yunisa Putra ‘Kritisi’ Bupati Lamteng Jangan ‘Setengah Hati’ Dalam Tangani Wabah Virus Corona, Apalagi Jadi Arena ‘Champaign’ Pilkada

144

Lampung Tengah – Politisi Muda Partai Nasdem Kabupaten Lampung Tengah, Yunisa Putra secara tegas mengkritisi pihak Eksekutif, Pasalnya didalam penanganan wabah Virus Corona atau Corona Virus Deases (Covid-19) yang menurutnya ‘Setengah Hati’ alias tidak maksimal.

 

Yunisa Putra , Politisi Muda Partai Besutan Surya Paloh , saat ini juga merupakan Anggota DPRD di Lampung Tengah saat dikonfirmasi awak media mengatakan, salah satu untuk mencegah penyebaran Virus Corona ialah dengan memakai alat pelindung diri (APD) seperti masker maupun hand sanitizer.

“Sampai saat ini masyarakat sulit untuk mendapatkannya dipasaran. Bahkan Pemerintah Kabupaten setempat seakan tutup mata atas permasalahan tersebut.”Tegas Politisi yang dikenal kritis ini.

Sekretaris Partai Nasdem Kabupaten Lampung Tengah ini menambahkan,

“Salah satu cara untuk mencegah ialah dengan menggunakan APD, tapi sampai saat ini masyarakat sulit untuk mendapatkannya dan bupati seakan tutup mata dengan keadaan ini,” katanya, Rabu (25/3/2020) lalu seperti dilansir dari radarmetro.com

Lebih lanjut Yunisa memaparkan, Pemerintah Kabupaten malah sibuk membagikan selebaran selebaran maupun banner terkait pencegahan Virus Corona yang dianggap kurang efektif dan syarat politiknya.

“Ini malah pemerintah kabupaten sibuk membagikan selebaran maupun banner
yang menunjukan dominan gambar bupati dibandingkan dengan isi materinya, coba masker yang dibagikan karna itu yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini,” papar pria yang dikenal familiar ini.

Secara ‘Tegas’ Yunisa Putra meminta Bupati Loekman Djoyosoemarto untuk mengambil langkah tepat dalam penanganan wabah Virus Corona.

“Kami meminta secara ‘Tegas’ kepada bupati untuk segera mengambil langkah yang tepat dan langsung menyentuh ke masyarakat, jangan hanya menjadi sebuah pencitraan, bahkan malah jadi agenda berpolitik didalamnya.” tegas nya.

Bupati juga harus berani mengalihkan Anggaran bilamana harus terjadi ‘Lockdown’ sesuai arahan Pemerintah Pusat dan jangan membuat skema sendiri.

BACA JUGA:  Matta Institute Galakkan Program ' Literasi Kebangsaan '

( Red / Dha / Dbs )