Woow !! Sindikat Pembobol 64 Bank Negara di Bekuk Polisi

276
Lima komlotan sindikat pembobol 64 Bank Negara, berhasil di bekuk polisi, Saptu (17/3/2018).

JAKARTA, Inspirasi Post – Komlotan sindikat pembobol 64 Bank Negara, berhasil di bekuk polisi. Pasalnya, kelima pelaku berhasil bobol ATM berbagai Bank, yaitu 13 diantaranya Bank di Indonesia, lima di Australia, delapan di Jerman, enam di USA, enam di Inggirs, empat di Kanda, empat di Francis, dua di Switzerland, satu di Singapore, dua di Denmark dan tiga di Jepang.

Direktur Reserse Kiminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Nico Afinta mengatakan, penangkapan lima pelaku, Polisi tidak hanya berhenti disitu dengan terus mengembangkan dan menelusuri aliran dana hasil kejahatan mereka. Ya nanti, apakah dibelikan barang atau apa disini, itu masih dalam pendalaman, dari penangkapan kemarin kami temukan Rp 70 juta, tapi kami yakin curiannya tak segitu,” ungkap mantan Dirnarkoba Polda Metro ini,” Saptu (17/3/2018).

Lebih lanjut Nico Afinta mengatakan,kelima tersangka sindikat pembobol ATM bank dengn teknik Skimming, yakni berinisial FH, IRL, LNM, ASC dan MK. Tiga WNA asal Rumania, satu WNA asal Hungaria, dan seorang lagi WNI. Sindikat pembobol ATM melalui teknik Skimming, menyembunyikan duit hasil kejahatan ke uang elektronik alias Bitcoin agar susah terlacak oleh aparat.

Dengan begitu polisi harus menggandeng Bank Indonesia untuk mengungkap hasil kejahatan mereka lantaran Bitcoin dengan uang konvensional berbeda. “Jadi sistem di Bitcoin dengan perbankan berbeda. Kami bekerjasama dengan Bank Indonesia bagaimana menarik uang hasil kejahatan itu,” tegasnya.

“Kelima pelaku dijerat dengan pasal 263, 363, 46 Jo pasal 30, 47 Jo pasal 31, ayat (1) dan (2) UU No. 19/2016 atas perubahan UU No. 11/2008 tentang ITE, juga UU No. 8/2010 tentang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman kurungan penjara 20 tahun. (Hiroyuki/Dbs)
Editor: Purwadi

BACA JUGA:  Aliansi Forum Kota Minta Walikota dan Jajarannya Kedepankan Hak Asasi Manusia Dalam Penyelesaian Konflik Pedagang Taman Merdeka
Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)