Woow ?!?, Aliansi Forum Kota , Meminta Secara Tegas Pemerintah Kota Metro Jangan Arogan !! Karena Ada Solusi Pada Sengketa Taman Merdeka

258
Ilustrasi Sketsa RTH 4.0 courtesi DR.( C ) Fritz Nuzir

Kota Metro, Inspirasi Post-

Selain fungsi ekologis, yang perlu juga diperhatikan dan dipertimbangkan adalah, ruang terbuka hijau pun memiliki fungsi edukasi, ekonomis (khususnya yang berprinsip pada green economy), psikologis dan sosiologis. Secara sederhana, fungsi ekonomis berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan (dalam sudut pandang finansial) dan fungsi sosiologis berhubungan dengan penguatan kohesi emosional (dalam makna yang luas dan positif) para pemangku kepentingannya, terlebih bagi warga masyarakatnya. Berbagai macam fungsi ini, semaksimal mungkin harus diupayakan berjalan seseimbang mungkin.

Kadir, ( Mengalami Kebutaan ) , pedagang siomay warga 22 Hadimulyo yang kehilangan mata pencarian akibat ushanya digusur tanpa belas kasihan di Taman Merdeka

Untuk menerapkan fungsi ekologis, secara teknis, tidak terlalu diperlukan ketersediaan unsur-unsur yang memungkinkan timbulnya ketertarikan untuk mengunjungi RTH tersebut. Dalam sudut pandang ekologis, secara spesifik adalah konservasi dan rehabilitasi, intervensi perilaku manusia dipandang berpotensi untuk mencemari atau merusak RTH.

Yudha Saputra , Koordinator Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Forum Kota ( Matta Institute , P2UP , Aliansi Mahasiswa Pasca Sarjana , Gerakan Anak Bangsa ) , dalam rilisnya mengatakan,

Yudha Saputra. , Koordinator Aktivis Aliansi ” Forum Kota “

” Pemerintah Kota Metro harus berjiwa besar serta mengedepankan rasa kemanusian serta mempunyai pemikiran yang matang dari berbagai sisi sebelum memutuskan rantai perekenomian pedagang kecil di wilayah Taman Merdeka , pasalnya selain dari Perda atau produk hukum yang sedang dalam gugatan di MA ( Mahkamah Agung ) , Harus tau apa itu RTH dan ada beberapa pendukung nya, Taman Merdeka bukan Kota tetapi sebuah ruang publik yang berkonsep hijau “, ujar Peneliti Senior Matta Institute ini.

” Jelas itu merampas hak asasi mereka ( pedagang P2UP ) , jika hak mereka untuk mencari nafkah yang telah dilakukan bertahun tahun harus di binasakan tanpa sebuah kompromi ataupun menerima input dari mereka maupun partisipativ aktivis dan masyarakat , tetap ada solusi untuk mengatasi nya jika memang ruang dialog dan diskusi di buka lebar dan sehat apalagi para pedagang itu dibantu kawan kawan aktivis dan beberapa akademisi ahli di bidanngya telah membuat suatu formulasi atau konsep baru dalam hal ekonomi di RTH ” tegas nya.

BACA JUGA:  Awas Bahaya !! Jalan By Pass Sering Terjadi Kecelakaan, Giliran Fuso Terbalik 

” JIka hal ini ditolak tanpa hal yang jelas maka kami akan tetap bergerak dan berjuang bersama para pedagang untuk mebantu mencari solusi serta memberikan edukasi serta meminta kepada Walikota dan Ketua DPRD untuk tidak Arogan artinya tanpa kompromi dan memanusia kan manusia ” tutup aktivis Muda ini.

 

Dalam menerapkan fungsi edukasi, ekonomi dan sosiologi. Untuk fungsi-fungsi ini, sangatlah perlu membangun unsur estetika, attention and attractive element, yang membangun sifat penasaran dan keingin-tahuan untuk berkunjung, bukan hanya sekali, namun berkali-kali, bukan hanya perseorangan, namun beramai-ramai ke RTH tersebut.

pedagang makanan sebagai bagian tidak terpisahkan dari elemen estetika serta attention and attractive point sebuah RTH.

Sementara itu , DR. ( C ) Fritz Nuzir , Akademisi yang saat ini bermukim di Negeri Matahari Terbit ( Jepang , red ). saat memberikan pendapatnya kepada Inspirasi Post mengatakan,

” Ruang terbuka publik ini tidak sekedar menjadi tempat bagi berbagai aktivitas dan fungsi kota tapi juga harus dapat mengimplementasikan visi kota sekaligus mempunyai nilai tambah. Sebagai kota yang saat ini mempunyai visi sebagai kota pendidikan dan wisata kota, Taman Merdeka ini harus diupgrade menjadi Ruang Terbuka Publik 4.0 dengan kelengkapan fasilitas dan pengelolaan yang profesional”. urai nya

Keberadaan pedagang kuliner dapat difasilitasi dengan membuat fasilitas Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) berupa bangunan 2 lantai yang memanfaatkan ruang eks-jalan di bagian tengah. Lantai 1 dapat digunakan sebagai kedai-kedai dan lantai 2 sebagai tempat pengunjung menikmati kuliner dengan view ke masjid atau taman dari atas.

( Tom / Red )