Wali Murid SMPN 1 Pangkalpinang Sepakat Sumbangkan Kursi, Meja dan Buku

479
Photo : Rapat internal para wali murid SMPN 1 Pangkalpinang
Photo : Rapat internal para wali murid SMPN 1 Pangkalpinang

Pangkalpinang – Polemik persoalan sumbangan orang tua/wali murid SMP Negeri 1 (SMPN 1) Pangkalpinang untuk pembelian kursi dan meja serta buku bagi siswa-siswi baru di SMPN 1 Pangkalpinang yang diterima melalui jalur khusus atas rekomendasi Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Pangkalpinang menjadi persoalan tersendiri di kota seribu senyuman.

Padahal besar nominal sumbangan untuk pembelian kursi, meja dan buku itu berdasarkan hasil kesepakatan bersama para orang tua/wali murid, dan bukanlah ditentukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dan Komite SMPN 1 Pangkalpinang.

Namun sayangnya hasil kesepakatan bersama untuk pembelian kursi, meja dan buku tersebut justru ramai menjadi konsumsi publik lantaran segelintir orang tua/wali murid yang anaknya juga diterima melalui ‘jalur khusus’ membocorkan perihal kesepakatan sumbangan bersama kepada jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Photo : Rapat internal para wali murid SMPN 1 Pangkalpinang

Akhirnya yang terjadi, pihak sekolah SMPN 1 dan komite Sekolah SMPN 1 Pangkalpinang dituding yang telah mengkoordinir besaran sumbangan tersebut dan dianggap membiarkan adanya praktik pungli (pungutan liar) berkedok sumbangan. Dan tudingan tersebut dibantah langsung oleh Restina Kepsek SMPN 1 Pangkalpinang dan Eko ketua Komite Sekolah SMPN 1 Pangkalpinang.

Diketahui, ada 112 orang siswa ‘bina lingkungan” yang diterima oleh pihak SMPN 1 Pangkalpinang atas rekomendasi dari Diknas Kota Pangkalpinang.

‘ iya pak memang benar ada 112 siswa-siswi tambahan yang direkomendasikan oleh Dinkas Kota Pangkalpinang yang tidak lolos jalur zonasi yang disebut sebagai siswa bina lingkungan, dikarenakan saat mendaftar sistem aplikasi eror, salah memasuki data ataupun kesalahan lainnya, dan tidak benar kami dari pihak sekolah yang menetapkan besaran sumbangan bagi para wali murid dari siswa bina lingkungan tersebut,” Tegas Restina kepada Jurnalis Babel saat diwawancarai oleh Jurnalis Babel usai memberikan klarifikasi didampingi Eko Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Pangkalpinang, Kamis (6/08/2020).

Photo Rapat internal para wali murid SMPN 1 Pangkalpinang

Kemudian diungkapkannya, bahwa pihaknya SMPN 1 Pangkalpinang di tahun ini hanya menampung siswa-siswi baru untuk 8 ruang kelas, 7 ruangan kelas yang lolos jalur zonasi dan 1 ruangan kelas tambahan untuk siswa bina lingkungan. Dan sumbangan yang telah diberikan sudah dikembalikan kepada orang tua/wali murid siswa-i bina lingkungan tersebut dan telah disampaikan dihadapan para orang tua/wali murid saat menggelarkan rapat internal di Sekolah SMPN 1 Pangkalpinang, Kamis pagi, 06 Agustus 2020.

Rosdiana (50) pihak perwakilan orang tua/wali murid yang anaknya diterima menjadi jalur khusus yang disebut siswa bina lingkungan SMPN 1 Pangkalpinang membenarkan bahwa memang benar ada 112 orang sebagai murid bina lingkungan SMPN 1 Pangkalpinang yang semuanya sepakat secara ikhlas menyumbangkan dana untuk pembelian kursi,meja dan buku masing-masing sebesar 2 juta lebih,dan dijelaskan oleh Rosdiana tidak semua dibebankan kepada 112 orang wali murid, lantaran ada beberapa pertimbangan.

” Walaupun sebelumnya semua orang wali murid sudah sepakat menyumbangkan, namun dari 112 orang hanya 80 orang wali murid telah menyumbangkan secara ikhlas bahkan melampirkan surat pernyataannya dan tidak mempermasalahkan bantuan dana sumbangan yang telah kami berikan kepada pihak sekolah, dan ini murni dari kami bukan dari pihak sekolah,” kata Rosdiana saat diwawancarai oleh Jurnalis Babel.

Kepada jurnalis Babel, Rosdiana juga mengungkapkan kekecewaannya kepada oknum segelintir wali murid yang anaknya juga diterima melalui jalur ‘bina lingkungan’ justru yang berkoar-koar atau mengadu ketidaksetujuan untuk menyumbangkan kepada pihak luar yakni kepada LSM dan wartawan, padahal kalaupun keberatan dengan nominal sumbangan yang telah disepakati bersama hendaknya bisa disampaikan baik-baik kepada forum atau salah satu koordinator yang mengurusi sumbangan tersebut.

” Saya pun tidak habis pikir yang ribut itu justru wali murid yang berpendidikan, status sosialnya mampu dan anaknya sama-sama diterima melalui titipan dari Dikns atau jalur bina lingkungan, kalau keberatan kesepakatan bersama atas besar sumbangan untuk beli kursi,meja dan buku sampaikanlah secara baik-baik kepada kami ataupun teman kita yang ada didalam, seperti 8 orang tua wali murid yang menyatakan tidak mampu untuk menyumbangkan teman-teman dapat memaklumi dan mengerti,” Pungkas Rosdiana yang juga seorang guru SD kota Pangkalpinang.

Kendati demikian, Rosdiana berharap permasalahan ini tidak dibesar-besarkan oleh awak media dan tidak dijadikan alat oleh oknum segelintir wali murid yang memanfaatkan wartawan atau media untuk membuat suasana tidak Konduksif dikalangan dunia pendidikan khususnya di Kota Pangkalpinang. (Red-rik)

BACA JUGA:  Mantap !?! Ketua HIPMI Metro Dukung “Problem Solving” Pedagang Kota