VIRAL !!, Nenek Renta di Gugat Anak Terkait Harta Warisan

495
Nenek Cicih ( 78 ) di gugat 4 orang anaknya terkait Harta Warisan.
Upaya Mediasi Antara Nenek Cicih dan 4 Orang Anaknya.

Empat orang anak berinisial AS, DR, AR, dan AK menggugat ibu kandungnya yang bernama Cicih (78) sebesar Rp 1,6 miliar ke Pengadilan Negeri Bandung karena masalah harta warisan.awal mula gugatan tersebut saat Cicih menjual sebagian tanah warisan dari almarhum suaminya, Udin, seluas 91 meter persegi dari total tanah 332 meter persegi di daerah Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Cicih terpaksa menjual tanahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat utang yang menjeratnya hasil meminjam kepada tetangganya.

Tanah 91 meter persegi tersebut dijual Cicih dengan harga Rp 250 juta. Sepeninggal suaminya, Cicih tidak memiliki penghasilan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sehingga terpaksa harus berhutang kepada tetangga sekitar.

Sementara empat orang anaknya, kata dia, seperti kurang peduli terhadap Cicih bahkan jarang menengoknya.

Hotma, Penasehat Hukum Nenek Cicih menjelaskan,

“Dilupakan intinya. Jadi kita bayangkan ada seorang janda nggak punya suami pekerjaan hidup dari mana,” kata dia.

Mengetahui tanah dijual, empat orang anaknya tidak setuju dengan apa yang dilakukan Cicih. Mereka beralasan, Cicih, menjual tanah tanpa sepengetahuannya hingga akhirnya membawa kasus tersebut ke meja hijau.

Dari harta yang disengketakan tersebut, keempat anaknya juga mendapat jatah.

AS mendapat bagian seluas 1.070 meter persegi, DR seluas 116,6 meter persegi, AR 324 meter persegi dan AK seluas 222,58 meter persegi.

Sementara Cicih mendapatkan tanah dan bangunan seluas 332 meter persegi. Harta dari suaminya dibagikan sebelum sang suami meninggal dunia.

Dalam sidang pada Selasa (20/2), sidang tersebut beragendakan mediasi. Dari keterangan empat anaknya, mereka akan mencabut laporannya dengan beberapa syarat perjanjian.

( Yudha Saputra / Dbs / Red )

BACA JUGA:  Kondisi Keuangan ' Sedang Sakit ', 1000 Lampu Hibah di Lampung Utara Tak Terealisasi