USULAN POKIR PENGADAAN LABOR SEKOLAH DI DESA SUNGAI TOHOR KECAMATAN TEBING TIMUR DIDUGA PROYEK FIKTIF

580

Inspirasi Post || 15 Oktober 2021

Pekanbaru – Usulan Pokok Pikiran (POKIR) Tahun 2016 oleh mantan ketua DPRD Kabupaten Kepulaun Meranti proyek anggaran sebesar 3,2 milyar dalam pengadaan Laboratorium Multimedia Wirless Portable berbasis Sofware Tingkat SLTP yang dikerjakan oleh CV. Muna Bersaudara, dengan anggaran Rp. 1.772.583.000 dan pengadaan Laboratorium Multimedia Wirles portable berbasis software tingkat SD yang dikerjakan oleh CV.ikbal Jaya Rp. 1.472.583.00 yang direalisasikan tahun 2017 diduga kuat ini merupakan proyek dugaan fiktif.

Kasi intelijen Kejari Kabupaten Kepulauan Meranti Bapak Hamiko S.H, M.H menyampaikan pada awak media waktu lalu bahwa awalnya pihak Kejati Riau melakukan penyelidikan terhadap kegiatan pengadaan Laboratorium ini di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur dan Desa Tanjung Samak Kecamatan Rangsang oleh disdik meranti tahun 2017 silam, namun ternyata pihak Inspektorat Meranti sudah memprosesnya. Dimana setelah dilakukan audit dan perhitungan terdapat 1,6 miliar lebih kerugian negara yang harus dikembalikan ke kas daerah.

Ada kejanggalan besar dalam kasus korupsi usulan POKIR mantan ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti yang direalisasikan pada tahun 2017 ini, Kadis pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti Bapak Sukirno mengatakan dengan tegas kalau dia sama sekali tidak tahu proyek pengadaan laboratorium tingkat SD dan SLTP ini dilaksanakan di mana dan begitu juga saat ia menanyakan kepada pegawainya, mereka juga mengatakan sama sekali tidak tahu, “terangnya melalui Ketua Pemuda LIRA Provinsi Riau Daniel Saragi, S.H menjelaskan kepada awak media, Jumat (15/1021).

Dengan adanya pernyataan dari Bapak Hamiko S.H, M.H bahwa 2017 Silam kejati Riau melakukan penyelidikan terhadap kegiatan pengadaan laboratorium ini salah satunya di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur, maka Pemuda LIRA Provinsi Riau yang diketuai Daniel Saragi S.H langsung mengklarifikasi agar akurat pada hari kamis 14 oktober 2021 ke Kepala Korwil Kecamatan Tebing Tinggi Timur Bapak Azlan  menyampaikan” sekolah yang ada di Desa Sungai Tohor hanya ada 1 SD yaitu SD Negri 1 Sungai Tohor dan hanya ada 1 SLTP yaitu SMP Negri 1 Tebing Tinggi Timur. Ia juga menambahkan sepengetahuan dia tidak pernah ada pembangunan proyek laboratorium multimedia di sekolah-sekolah yang ada di Desa Sungai Tohor, “kata Daniel menerangkan.

BACA JUGA:  LMP Babel Minta Aparat Penegak Hukum Mengusut Tuntas Pengiriman Tin Slag Terindikasi Rugikan Negara

Ia juga menambahkan jika pernah ada proyek pengadaan Laboratorim multimedia di tingkat SMP yang ada di Desa sungai Tohor tentu dia tahu karena dia merupakan guru yang sudah lama mengajar di SMP Negri 1 Tebing Tinggi Timur yang terletak di Sungai Tohor itu dan terlebih lagi istrinya ibu Devi Rinta Bayu  merupakan kepala sekolah SMP 1 tebing tinggi timur itu, jadi tidak mungkin dia tidak mengetahui karena beliau telah lama beradap dilingkungan SMP 1 tebing tinggi timur ini.

Ditempat terpisah, Begitu juga dengan Kepala Sekolah  SD negri 1 sungai Tohor ibu Siti Mahot Hasibuan saat mengklarifikasi oleh Pemuda LIRA Provinsi Riau yang diketuai Oleh Daniel Saragi S.H melalui via telpon kamis 14 oktober 2021, ia mengatakan tidak pernah menerima bantuan pembangunan proyek laboratorium Multimedia, bahkan ia menegaskan sudah 10 tahun belum ada bantuan apapun dalam bentuk laboratorium.

“Ia juga menegaskan sepengetahuan dia sebanyak 12 SD yang ada di lingkungan kecamatan tebing tinggi timur belum pernah menerima bantuan dalam bentuk laboratorium tahun 2017 silam”.

 

Ketua Pemuda LIRA Provinsi Riau Daniel Saragi, S.H mengatakan pada awak media ia menduga kuat proyek ini diada-adakan namun sekolah tidak menikmati proyek laboratorium ini, dan terutama sangat kuat menduga ini merupakan proyek fiktif, karena anggaran yang keseluruhannya 3,2 milyar tentunya apabila hasil audit APIP 1,6 milyar temuan kerugian negara berarti uang anggaran 3,2 milyar ini sudah dipakai sebagian untuk realisasi proses pembangunan proyek pengadan laboratorium multimedia ini paling tidak ada bentuk, barangan, atau tampak bangunan yang akan dibangung proyek laboratorium ini, namun kenyataan dilapangan tidak ada sama sekali bahkan mereka terkejut karena sekolah mereka pernah akan dibangun laboratorium multimedia dengan anggaran yang sangat besar itu, “bebernya.

BACA JUGA:  Persiapan Pelantikan, GP Ansor Sijunjung Temui Bupati

“Daniel saragi, S.H juga menambahkan kasus ini bukan hanya masalah pengembalian kerugian negara yang sengaja di teledorkan pembayarannya sampai 3 tahun lebih, tetapi juga ini diduga kuat proyek fiktif dapat dilihat dari penyataan yang mereka sampaikan”.

Kami Pemuda LIRA Provinsi Riau Meminta Kajati untuk segera mengusut kasus ini secepatnya karna sudah jelas ini merupakan tindak pidana korupsi dan bukan hanya masalah pengembalian kerugian negara saja yang jadi persoalan dalam kasus ini. Daniel juga menambahkan lagi, kutipan perkataan dari jaksa agung RI bapak Dr. H.ST Burhanudin, S.H, M.M  Bahwa: jaksa bodoh jika tidak bisa ungkapkan kasus korupsi daerah, “pungkasnya.

Ketua devisi Hukum Pemuda LIRA Provinsi Riau Sahrul, S.H Juga menambahkan akan mengawal kasus korupsi usulan POKIR mantan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2016  dibawah naungan Disdik Meranti ini sampai tuntas, dan terlepas dari Aksi-Aksi besar yang akan kita lakukan untuk menuntut keadilan jika kasus ini didiamkan saja oleh Kejati Riau, kita Pemuda LIRA akan turun langsung kelapangan untuk mengecek sekolah-sekolah yang menjadi tempat proyek pengadaan laboratorium itu didirikan tahu 2017 silam. baik itu di Kecamatan Tebing Tinggi Timur dan juga Kecamatan Rangsang, “terangnya.

Dan ia berharap untuk Kejati Riau untuk tidak tinggal diam mengusut kasus ini dan memberikan pemberitaan perkembangan kasus ini sudah sampai mana dan sejauh mana diprosesnya, “harap Sahrul, S.H.( * )