Tok! Sidang Ditunda, Hakim PN Lampung Utara ‘ Dinas Luar Kota ‘

239
Lampung Utara-Memasuki sidang ke delapan, dalam perkara perbuatan tidak menyenangkan (Pasal.335) dengan terdakwa Anton Sudarmono, salah satu Calon Legislatif terpilih, dari Dapil.lll Partai Amanat Nasional (PAN). Kembali di tunda dikarenakan Hakim sedang Dinas Luar.
Menurut lnformasi yang dihimpun lnspirasiPost.com, dari salah satu Staff Humas Pengadilan Negeri Lampung Utara, Fatmawati mengatakan, dari informasi dibagian kehumasan bahwa semua hakim sedang berada di Jakarta.
“Iya mas, kalau menurut lnformasi hakim sedang dinas luar di Jakarta, jadi semua agenda sidang hari ini terpaksa di tunda,” jelas dia, Selasa (13/8/2019).
Diketahui, pada hari ini adalah jadwal sidang dengan terdakwa (AS), dalam agenda sidang yang rencananya akan di gelar siang ini, menghadirkan empat orang saksi dari Desa Skipi Kec.Abung Tinggi Lampung Utara, termasuk pihak korban, dimana pada sidang pekan kemarin di tunda oleh Majelis hakim, dengan alasan pihak JPU belum siap menghadirkan para saksi.
Ditempat terpisah, para saksi dan juga korban telah datang di Kotabumi Lampung Utara, guna memenuhi panggilan dari JPU untuk dapat hadir pada sidang hari ini, sebagai saksi dalam persidangan, namun mereka tidak mengetahui jika sidang ditunda.
“Kami hadir disini, karena mendapat informasi dari salah satu rekan kami bahwa ada surat panggilan dari JPU,  untuk kami bisa hadir di persidangan, sebagai saksi,” kata Sadarudin, salah satu saksi saat lnspirasiPost.com mintai keterangannya dikediaman kerabatnya, Selasa (13/8/2019).
Menurutnya, selama ini dirinya bersama saksi lainnya tidak mengetahui, kapan jadwal sidang tersebut, apalagi menurut informasi yang di dapat bahwa sidang sebelumnya telah berjalan tujuh kali.
Bahkan menurutnya, pada agenda sidang pekan kemarin, dirinya bersama saksi yang lain tidak menerima surat ataupun panggilan dari JPU dalam agenda sidang menghadirkan para saksi.
“Ya, pemberitahuan itu pun melalui telpon, bahwa kami berempat di minta JPU hadir dalam sidang hari ini sebagai saksi, setelah kami sampai di Kotabumi baru di tunjukkan surat pemanggilan itu, dan tertera dalam surat tanggal, 8 Agustus kemarin,” terang Sadarudin.
Selain itu menurutnya, dalam perkara ini dirinya bersama saksi lainnya tidak pernah mengetahui jadwal sidang yang telah di gelar oleh Pengadilan Negeri tersebut, dimana ada empat orang saksi termasuk dirinya, sebagai korban, salah satunya, Bardimansyah, Sunanto, dan Hadi Prihatin.
“Bahkan saya baru mengetahui, bahwa Pasal yang dikenakan kepada terdakwa adalah Perbuatan tidak menyenangkan (Pasal.335), bukan Pasal penganiayaan, dengan ancaman seperti yang dirinya alami,” jelasnya.
( Red / Riki )
BACA JUGA:  Refleksi 73 Tahun HUT Bayangkara Dengan Tabur Bunga di TMP Kemala Nusantara