Tanamkan Fondasi, SD Negeri 3 Metro Barat Terapkan Akhlak Sejak Dini

797
Kepala SD Negeri 3 Metro Barat, Drs. Sunarto menjelaskan seputar pendidikan yang berkualitas kepada Inspirasi Post, Selasa (24/4/2018).

METRO, Inspirasi Post – Guna menyelamatkan menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas, Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Metro Barat berupaya maksimalkan terapkan akhlak sejak dini. Salah satunya, adalah meletakan pondasi yang kuat berupa iman dan takwa terhadap siswa-siswinya sejak dini.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Metro Barat, Drs. Sunarto mengatakan, penanaman akhlakul karimah (ahlak terpuji,red) akan terpatri bila dilakukan sejak dini. Ibarat mengukir diatas batu, akan tertoreh dengan jelas dan kuat. Tidak bisa dilakukan secara instans dan yang namanya pondasi musti harus digarap dulu. Bukan gentingnya dulu yang dipasang. Meskipun manusia memiliki keterbatasan, tetapi bila pondasinya sudah kuat, maka akan terselamatkan,” kata Sunarto kepada Inspirasi Post, Selasa (24/04/2018).

Lebih lanjut Sunarto menmbahkan, manusia yang mempunyai kepribadian, beretika, bermoral, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, tujuan pendidikan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya seperti yang disarikan dari UU No 20. tahun 2003, bab II, pasal 3, bahwa “manusia Indonesia seutuhnya adalah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk itu, kata dia, perlu ditanamkan sikap jujur, saling menghargai, bertoleransi dalam diri setiap siswa, karena sikap ini mempunyai dampak luas bagi kehidupan orang lain dalam masyarakat dan negara. Dampak yang luas dan serius ini dapat dirasakan sejak Juli 1997 hingga sekarang. Krisis yang berkepanjangan tersebut tidak hanya krisis moneter dan ekonomi saja, tetapi sudah menjadi krisis multidimensi, yaitu menyentuh banyak bidang, termasuk krisis kepemimpinan, kepercayaan, dan moral,” jelasnya.

Sunarto mengatakan, sikap jujur, bertoleransi, berdisiplin akan menjadi budaya masyarakat bangsa apabila perilaku religius menjadi kebiasaan sehari-hari. Perilaku religius akan mendekatkan insan manusia terhadap Tuhannya sehingga dapat meningkatkan iman dan takwa.

BACA JUGA:  Ayo! Promosikan Wisata di Kota Metro

Tujuan untuk menambah pengetahuan calon pendidik, yakni memahami peran guru professional. Seperti, mengetahui peran guru dalam membentuk etika, moral, dan akhlak agar siswa mampu menjadi anggota masyarakat yang patuh dan taat terhadap norma-norma yang berlaku pada masyarakat.

Kemudian, kata Sunarto, dewan guru khususnya SD Negeri 3 Metro Barat di wajibkan membentuk etika, moral, dan akhlak agar siswa mampu menjadi anggota masyarakat yang patuh dan taat terhadap norma-norma yang berlaku pada masyarakat. Seperti, dari segi etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang azaz-azaz akhlak (moral,red).

Dari pengertian kebahasaan ini terlihat bahwa, etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku siswa-siswinya. Adapun arti etika dari segi istilah, telah dikemukakan para ahli dengan ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya.

Menurut para ulama’ etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat,” tutup Sunarto. (Red)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)