Tambang Ilegal Terus Merusak Kawasan Pantai Air Anyir Bangka 

610
* Pengunjung Wisata Pantai  minta APH segera di tertibkan
* Diduga Kadus ikut terlibat berikan izin penambangan ilegal
Bangka, Air Anyir – Tampaknya memang sudah sejak lama dan terang-terangan aktifitas  para penambang ilegal yang menggali secara manual bibir Pantai Air Anyir hingga menjadi sebuah lubang besar. Para penambang juga memakai mesin penyedot kecil (upin ipin).
” Terlihat di lubang banyak sekali batu-batu besar hingga terlihat bukan seperti penambang lainnya yang mendulang dengan sistem mengayak dan saat ini sudah banyak Warga juga kembali mencari emas di areal tersebut” ujar Y (54) salah satu penambang yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (28/06/2020).
Dibeberkannya, bahwa warga hanya memenuhi kebutuhan hidup dengan  mencari TI (Tambang Inkonvensional), selain  itu memang diakui kalau mereka sebelumnya tidak bertambang namun untuk  memenuhi kebutuhan keluarga terpaksa bertambang, dan memang benar di areal tersebut banyak juga yang mencari emas, walaupun hanya 1 mata dengan dijual seharga  Dua Ratus empat puluh lima rupiah.
Lokasi kegiatan tambang dibibir pantai Air Anyir ini terbilang cukup dekat dengan jalan raya kurang lebih berjarak 3 kilo dari jalan raya, areal yang di gunakan untuk melakukan aktifitas penambangan rata rata warga Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka  Provinsi Kepulauan Bangka Blitung.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Pers Babel, salah satu dari masyarakat mengatakan bahwa masyarakat selain Desa Anyir kecamatan Merawang kabupaten Bangka yang akan ikut melakukan aktivitas penambangan harus meminta ijin kepada Kadus setempat yang dituakan di areal tersebut, bahkan informasinya diduga Kadus Desa Air Anyir  ikut didalam kegiatan penambangan timah ilegal dikawasan pantai Air Anyir.
Dengan semakin merebaknya kegiatan penambangan ilegal di bibir pantai Air Anyir, banyak keluhan dari   pengunjung pantai Air Anyir. Bahkan saat ini para pengunjung sangat diresahkan oleh hadirnya kegiatan aktivitas penambangan diareal tersebut, apalagi kian hari jumlah para penambang ilegal terus bertambah dan bukan saja melimpah atau menambang timah namun juga ramai menambang  emas di areal penambangan.
Selain itu aungan mesin ponton terus memekak telinga dan terpantau  diareal tesebut berjumlah kurang lebih 30 alat upin ipin. Dan saat ini pengunjung sudah merasa tidak nyaman lagi dikarenakan bunyi mesin ponton upin ipin terdengar sangat keras. Pengunjung objek wisata pantai Air Anyir berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak atau menertibkan, dikuatirkan bibir pantai dikawasan Air Anyir akan rusak parah dan akan mengkuatir keselamatan para pengunjung yang mandi dipantai dikarenakan akan terbentuknya kolam-kolam camui timah. (red/Rik)
BACA JUGA:  Bupati Lampung Timur Hadiri Puncak Harganas XXVI di Kalimantan Selatan