Suparni Hadi, MPd: PPDB Sistem Zonasi Beri Peluang Pada Calon Siswa Baru Dari Luar Wilayah

316
Ketua MKKS Metro dan Kepala SMAN 5 Kota Metro, Hi. Suparni Hadi, SPd

METRO, Inspirasi Post –  Ketua Musawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Metro, Hi. Suparni Hadi, MPD mengatakan, juknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi yang dikeluarkan pemerintah Provinsi Lampung sudah melalui proses kajian memakan waktu cukup panjang didasari peraturan menteri pendidikan kebudayaan (permen dikbud) no.14 tahun 2018, mengatur tentang PPDB tahun 2018. Sistem ini berbeda dengan sistem penerimaan peserta didik baru pada tahun tahun sebelumnya.

Menurutnya, perbedaan sistem yang diterapkan pada tahun tahun sebelumnya menganut sistem bina lingkungan berbasis pada kelurahan mana letak sekolah, contoh karena SMAN 5 Metro letaknya berada pada daerah kelurahan karang rejo, hadimulyo timur, dan yoso mulyo maka calon peserta didik baru di tiga keluraha ini masuk di dalam zonasi terdekat dari letak SMAN 5 metro. Tetapi berbeda untuk tahun ini, berubah berdasarkan permendikbud no.14 tahun 2018 mengatur bahwasanya pemantauan zonasi dengan melihat jarak tempat tinggal siswa ke sekolah yang dituju dan tidak lagi melihat wilayah daerah artinya wilayah Lampung Timur dan Lampung Tengah yang berdekatan dengan letak SMAN 5 metro masuk di dalam pantauan zonasi,” ujarnya.

Suparni Hadi menambahkan, dari permen tersebut diturunkan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung mengatur sistem zonasi yang dianut.  Dengan sistem zonasi jarak, diatur bagi siswa yang bertempat tinggal di dalam radius 1 kilo meter diberi bobot nilai 400, dan bagi siswa yang bertempat tinggal dengan jarak 2 kilo meter dan seterusnya bobot nilai dikurangi 5 poin untuk setiap jarak 1 kilo meter lebih jauh. Hal ini sudah tentu berpeluang lebih besar bagi calon peserta didik baru dari luar Kota Metro yang tempat tinggalnya berdekatan dengan letak SMAN 5 Metro karena diberi bobot nilai tinggi.

BACA JUGA:  Aplikasi Ojek Online " GET Indonesia " Berikan Totalitas Untuk Kota Metro

Dikatakan Suparni, bobot nilai yang diberikan itu akan diakumulasikan dengan nilai ujian nasional (un), dari akumulasi bobot nilai dan nilai un. maka muncul nilai peringkat, di sini lah perbedaan nya sistem bina lingkungan dan reguler yang digunakan pada tahun lalu, dengan sistem yang dianut pada tahun 2018 menggunakan sistem zonasi dan non zonasi .

Suparni juga menjelaskan, bahwa dengan menggunakan sistem zonasi bisa saja terjadi calon PPDB yang tinggal di luar Kota Metro menempati peringkat lebih tinggi dibanding calon PPDB asal Kota Metro bilamana bertempat tinggal lebih dekat dengan letak sekolah yang dituju.

Sebagai semple calon PPDB asal kecamatan Pekalongan Lampung Timur lebih memiliki peluang diterima di SMAN 5 Metro dibandingkan dengan calon PPDB asal kecamatan Metro barat juga asal kecamatan metro selatan. Di laporkan juga oleh Suparni, bahwa dibuat permen dikbud no.14 tahun 2018 juga bertujuan agar siswa dapat memanfaatkan layanan pendidikan yang terdekat dari tempat tinggal mereka sehingga dapat menekan biaya seminimal mungkin. (Sampurna)