SMP Negeri 1 Metro Kibang Meningkatkan Pendidikan Bermutu dan Berkualitas

1442
Kepala SMPN 1 Metro Kibang, Sri Suhartini, Spd. M.M. foto bersama siswa-siswinya menjadi pasukan Paskibra.

Metro Kibang, Inspirasi Post – Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kibang Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Sri Suhartini, Spd. M.M. mengatakan pelatihan manajemen sekolah lebih menitik beratkan peran Kepala sekolah dan Pengawas untuk mengadakan supervisi informal dan observasi sekolah. Hal ini dilakukan agar guru dapat meningkatkan kinerja profesionalismenya.

Selaku Kepala SMP Negeri 1 Metro Kibang, merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990, bahwa “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pememliharaan sarana dan prasarana.

Kepala SMPN 1 Metro Kibang, Sri Suhartini, Spd. M.M. foto bersama ahli bahasa Provinsi Lampung dan jajaran dewan guru.

Menurutnya, kunci peningkatan mutu sekolah adalah peningkatan mutu pembelajaran. Seperti, guru perlu masukan dan dukungan untuk mengetahui pembelajaran yang selama ini sudah dilakukan. Dalam pelatihan, bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hasil dan dampak pelatihan modul satu dan dua yang sudah dilaksanakan. Ini perlu keterlibatan semua unsur untuk pembelajaran berkualitas,” kata Sri Suhartini kepada Inspirasi Post, Selasa (10/4/2018).

Lebih lanjut Sri Suhartini mengatakan, pendidikan merupakan faktor utama dan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi para siswa. Menyadari akan hal tersebut, maka Sri Suhartini, sangat serius meningkatkan kualitas bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Reformasi pendidikan merupakan, respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, kata dia, harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan.

BACA JUGA:  Beredar Isu 'Pertikaian Politik', MATTA Institute Minta Walikota dan Wakil Walikota Depok Fokus Selsaikan Amanah Jabatan
Kepala SMP Negeri 1 Metro Kibang, Sri Suhartini, SPd, M.M.

Sri Suhartini menambahkan, pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha pengembangan SDM, walaupun usaha pengembangan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal (sekolah, red). Tetapi sampai detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan sistematis, programatis, dan berjenjang,” jelasnya.

Menyingung tentang programkan pendidikan melalui akademis dan non-Akademis, Sri Suhartini mengatakan, akademik ini bersifat formal baik pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan kejuruan maupun perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni tertentu. Hanya mengutamakan capaian nilai prestasi akademik di sekolah dan mengabaikan prestasi non-akademik merupakan kekeliruan pelaksanaan pendidikan.

Dikatakan Sri Suhartini, tidak semua peserta didik memiliki keunggulan akademis karena ada juga yang justru menonjol di bidang seni dan olahraga. “Sedangkan, kata dia, kegiatan non akademik di sekolah biasa disebut dengan kegiatan ekstrakulikuler, yakni kegiatan diluar materi pelajaran wajib sekolah. Ekstrakurikuler, adalah kegiatan yang dilakukan siswa sekolah atau universitas, di luar jam belajar kurikulum standar.

Kegiatan-kegiatan ini, kata dia, ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan, agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Kegiatan ini, diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah,” kata  Sri Suhartini. (Ipung/Red)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)