SMP Negeri 3 Batang Hari, Budayakan Peduli Lingkungan dan Kebersihan

1119
Kepala SMP Negeri 3 Batang Hari, Ahmad Saidi, SPd saat berikan keterangan tentang sekolah berbudaya lingkungan.
Laporan : Purwardi Ardi (Pimpinan Redaksi)

Lampung Timur, Inspirasi Post –

Demi mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Batang Hari Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menjaga kebersihan dan mendidik siswa – siswinya cinta terhadap lingkungan.

Kepala SMP Negeri 3 Batang Hari, Ahmad Saidi, SPd, MM mengatakan, menjaga kebersihan dan peduli lingkungan dengan menanam pohon ini sangat penting, guna memperindah lingkungan di sekolah. Selain itu, juga untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, anak bisa dilatih mencintai alam khususnya di lingkungan SMP Negeri 3 Batang Hari,” kata Saidi pangilan akrapnya kepada Inspirasi Pos, Senin (19/2/2018) di ruang kerjanya.

Lanjut Saidi menambahkan, menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Disamping pengembangan norma-norma dasar yaitu, kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Serta penerapan prinsip dasar yakni, partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif,” ujarnya.

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, kata Saidi, maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan.

Menurut Saidi, sejak kecil kita sudah diajarkan untuk menjaga kebersihan, mulai dari menjaga kebersihan diri, menjaga kebersihan rumah, menjaga kebersihan sekolah, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kita juga pasti sering mendengar slogan menjaga kebersihan sekolah berbunyi “kebersihan sebagian dari iman” atau “kebersihan pangkal kesehatan”. Slogan-slogan ini mengajak kita untuk selalu menjaga kebersihan di mana pun dan kapan pun kita berada,” ucapnya.

BACA JUGA:  INSIDEN PEMBAKARAN PONTON TI RAJUK & KENAKAN BENDERA MERAH PUTIH DILILITKAN PINGGANG : ANARKIS DAN PELECEHAN

Masih di katakan Saidi,

” semua yang bersih akan enak dipandang dan indah. Bandingkan dengan semua yang kotor. Tentu saja akan tidak enak dipandang dan tidak indah. Kebersihan merupakan keadaan bebas dari kotoran dan menjadi salah satu tanda dari keadaan higienis. Semua orang wajib menjaga kebersihan agar sehat, tidak bau, tidak menyebarkan kotoran, atau tidak menularkan penyakit “.

Sebuah sekolah akan menjadi sumber pembelajaran yang nyaman jika mempunyai fasilitas yang nyaman dan bersih. Untuk mendapatkan kenyamanan tersebut, semua guru dan semua siswa harus menjaga kebersihan sekolah dengan baik. Sekolah yang bersih, nyaman, dan asri akan menjadi sarana pembentukan perilaku arif terhadap lingkungan serta memberikan kesan baik bagi orang yang melihatnya.

Untuk mewujudkan sekolah yang didambakan tidak hanya membutuhkan dana dan pengetahuan tentang rancang bangun yang hebat.

” Tapi pengetahuan tentang kebersihan dan kreativitas siswa tidak kalah penting untuk mewujudkan sekolah dambaan tersebut.Kebersihan sangat berarti dan sangat bermanfaat bagi semua orang, terutama kebersihan rohani dan kebersihan jasmani, karena kebersihan akan menciptakan suatu keindahan, baik keindahan lahir maupun keindahan batin,” tutupnya.

. (Purwadi / Red)