SMAN 1 Kotagajah Terapkan Disiplinan dan Pendidikan Berkarakter

1219
Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah, Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd foto bersama siswa-siswi yang memiliki prestasi tingkat Propinsi dan juara tingkat Nasional.

Lampung Tengah, Inspirasi Post – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), menerapkan disiplin dan  mendidik siswa-siswinya berkarakter, agar dapat membangun kepribadian yang kokoh jika menjadi seorang pemimpin.

Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah, Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd mengatakan pendidikan karakter dijadikan alat untuk mengkarakterkan siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih bertindak sesuai dengan norma dan aturan berlaku. Melalui kegiatan ini pula, siswa dibiasakan melaksanakan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, seperti gotong-royong, sopan santun, saling menghormati, dan lainnya,” kata Dasio, Kamis (16/3/2018).

Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah, Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd foto bersama Istri dan anak-anak yang di cintai.

Lebih lanjut Dasio menjelaskan, identifikasi masalah-masalah sosial di sekolah mengarah kepada adanya kekurangdisiplinan siswa. Ditengarai penyebab adanya kekurang siswa, adalah kurangnya kepedulian pihak-pihak di sekitar peserta didik. Penyebab lainnya, adalah mudahnya siswa mendapatkan “informasi” tanpa adanya penyaringan terlebih dahulu. Selain itu, masalah sosial yang terjadi di masyarakat juga memberi imbas kepada kehidupan di sekolah tidak hanya di sekolah-sekolah tingkat atas, bahkan di sekolah dasar pun kerap terjadi masalah-masalah sosial tersebut.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi isu sentral belakangan ini di kalangan pendidikan. Pendidikan karakter telah menjadi kebijakan pendidikan nasional, dan akan segera diimplementasikan ke dalam kurikulum pendidikan nasionals. Menurutnya, seseorang dapat dikatakan berkarakter, ketika peserta didik tersebut telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidupnya,” ujarnya

Dasio Priambodo menyatakan, kegiatan ekstrakurikuler menjadi wadah yang tepat dalam pembentukan dan pengembangan karakter. Meskipun sebenarnya beberapa kurikulum telah mempersiapkan peserta didik untuk memiliki karakter yang dipersyaratkan dalam tujuan pendidikan nasional. Pendidikan Agama, dan pendidikan kewarganegaraan serta pendidikan seni dan olahraga, merupakan beberapa kurikulum yang menghendaki peserta didik memiliki kompetensi spiritual, kompetensi personal, kompetensi sosial dan kompetensi emosional secara seimbang.

Kompetensi-kompetensi tersebut merupakan dimensi pembentukan karakter. Seperti, ekstrakurikuler dapat diartikan sebagai kegiatan pendidikan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam dan di luar lingkungan sekolah, dalam rangka memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menginternalisasi nilai-nilai atau aturan-aturan agama serta norma-norma sosial baik lokal, nasional, maupun global untuk membentuk insan yang paripurna,” jelasnya.

BACA JUGA:  Hj.Nessy Kalvia Mustafa Mengucapkan ' Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H '

 

Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah, Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd foto bersama Istri dan cucu yang di sayangi.

Jalani Jabatan dan Pekerjaan Sebagai Amanah

Dasio Priambodo mengatakan, bekerja di bidang pendidikan dibutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra, mengingat yang dihadapi adalah anak-anak. Jalani pekerjaan dilakukan dengan ikhlas, karena pekerjaan mulia sebagai pendidik. Dalam pembelajaran saya berperan sebagai edukator atau pembelajar, karena Kepala Sekolah meskipun mengelola pendidikan juga melaksanakan tugas pembelajaran.

“Guru yang ada di SMA Negeri 1 Kotagajah harus terus belajar, tidak hanya memberikan pelajaran pada anak didik. Belajar itu bisa dari berbagai media. Selain itu, guru juga harus rajin membaca buku untuk meningkatkan profesionalismenya. “Selain memberi motivasi kepada para guru, pihaknya juga selalu menjalin komunikasi yang baik dengan pengurus komite sekolah.

Karena baginya, untuk menjadikan sekolah sukses butuh dukungan dari seluruh pihak, termasuk dari komite sekolah yang merupakan perwakilan dari orangtua murid. “Komite sekolah sangat berhubungan erat dengan suksesnya program-program sekolah yang saya canangkan. Menjaga hubungan erat dengan komite adalah keharusan, agar mereka juga turut menyukseskan program sekolah,” tutup Dasio. (Ipung/Red)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)