Sindikat Pencurian Besi Rel Dihadiahi ‘ Timah Panas ‘ Polres Lampung Utara

221
Lampung Utara – Satuan Reserse Kriminal (Sat-Reskrim) Polres Lampung Utara, akhirnya meringkus otak pelaku pencurian besi rel kereta api, milik PT.KAI, saat bersembunyi di rumahnya, Senin (5/8/2019).
Pelaku atas nama Anton Surya (38), yang diketahui Warga Kel.Kotabumi Udik, Kec.Kotabumi Lampura, masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga sebagai otak pelaku pencurian besi rel.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP. Hendrik Apriliyanto mewakili Kapolres AKBP. Budiman Sulaksono,S.I.K. mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan anggotanya dari hasil pengembangan, dengan tertangkapnya terlebih dahulu dua rekannya yaitu, Kasno (41) dan Saprizal (35), yang ditangkap karena melakukan pencurian besi rel sebanyak 54 batang sepajang 2 meter, yang di sembunyikan pelaku didalam Kebun sawit, di desa Banjar Wangi, Kotabumi Utara, Lampung Utara, pada 15 Februari 2019 lalu.
“Pelaku dapat kita ringkus saat bersembunyi di rumahnya, dimana saat penangkapan, pelaku berusaha kabur, untuk itu terpaksa anggota melumpuhkannya dengan memberikan tindakan tegas dan terukur pada bagian kakinya,” terang Kasat saat dikonfirmasi, Rabu (7/8/2019).
Selain itu, dari hasil pemeriksaan sementara tersangka diketahui diduga kuat sebagai otak pelaku dalam aksi pencurian besi rel yang dilakukan bersama dua rekannya yang terlebih dahulu telah tangkap.
Menurutnya, dalam menjalankan aksinya, pelaku memotong besi rel tersebut menjadi ukuran 2 meter, dengan menggunakan mesin las dan disembunyikan dikebun sawit milik warga, menurut keterangan pelaku jumlah besi rel yang telah dicurinya, sebanyak 54 batang dengan total kerugian ditaksir Rp. 240.529.000.
“Kini pelaku telah diamankan, dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut, atas aksi perbuatanya tersebut pelaku akan kita jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” ungkap AKP. Hendrik.
( Red / Dha / Riki )
BACA JUGA:  KPW PRD Jawa Barat ' Lawan ' Stigma Neo PKI, Serta Mengecam ' Kegagalan ' Aparatus Negara Indonesia