Selly Sesalkan Oknum Wartawan Yang Terus Mengiringi Pemberitaan Opini Yang Negatif Terkait Usaha Tambaknya.

836
Photo : Selly bersama Masyumi saat berada dilahan yang menjadi sengketa dengan Bambang
Selly Sesalkan Oknum Wartawan Yang Terus Mengiringi Pemberitaan Opini Yang Negatif Terkait Usaha Tambaknya.
Photo : Selly bersama keluarganya
Inspirasi Post || 6 Oktober 2020
BANGKA BARAT (BAKIT) – Niat baik Selly (56) perempuan kelahiran Dusun Bakit Kecamatan Paritiga Kabupaten Bangka Barat untuk membangun perekonomian di tanah kelahirannya desa Bakit tak berjalan mulus.
Berawal dari Take Over ( Pindah Tangan ) tambak udang antara Yusuf dan dirinya lantas membuat dirinya terus dipermasalahkan di desa kelahirannya sendiri, tidak berhenti disitu saja pemberitaan di media online yang seolah menggiring opini masyarakat bahwa usaha yang dilakukannya sekarang adalah usaha yang ilegal dan berdampak negatif terhadap masyarakat sekitar.
Photo : Selly bersama Masyumi saat dilokasi lahannya
” Saya tidak mengerti apa maunya oknum wartawan media online terhadap diri saya, apakah dikarenakan sakit hati karena oknum wartawan tersebut beberapa kali menawarkan diri agar saya memperkerjakannya sebagai humas di perusahaan saya namun saya tolak atau ada niat buruk apalagi terhadap saya dan usaha saya”, tanya Selly, Selasa (6/10/2020).
Diceritakannya memang pernah ada oknum wartawan “RD” yang beberapa kali menghubunginya dan menawarkan diri agar dirinya menerima sang oknum wartawan tersebut bekerja sebagai humas di tambak udang PT.BAP, namun karena perusahaan sudah memilki humas maka keinginan oknum wartawan tersebut tidak dapat dipenuhi, lantas sekarang tambak udang miliknya selalu dicari-cari kesalahannya.
  1. Photo : Selly bersama Masyumi saat berada dilahan yang menjadi sengketa dengan Bambang
Perlu diketahui, Proses kepengurusan perijinan tambak udang di Provinsi Bangka Belitung ini sendiri masih sangat lamban, lambannya pengurusan ijin itu menjadi keluhan bagi para pengusaha tambak yang selalu dijadikan objek pemberitaan bagi oknum-oknum wartawan yang tidak pro pembangunan ekonomi kerakyatan, pemberitaan yang hanya mengkritisi tanpa memikirkan sebuah solusi akhirnya dapat membuat para pengusaha menarik kembali investasinya.
Pengusaha pribumi ini kesal dengan adanya oknum wartawan yang membuat sebuah berita yang tendensius hanya karena keinginan pribadinya tidak tercapai, lantas oknum tersebut memprovokasi masyarakat untuk menolak keberadaan tambak miliknya.
Photo : Selly bersama jurnalis Babel saat mendengar kesaksian Aidi
” Tunjukkan profesionalitas kerja yang baik sebagai pihak yang independen, kekecewaan dan sakit hati karena tidak saya terima kerja di tambak saya lantas tak henti-hentinya menulis berita yang menggiring opini negatif terhadap tambak yang saya miliki, Saya harap hal ini menjadi perhatian khusus pemimpin redaksi dimana oknum wartawan tersebut bekerja”, tandasnya.
Ditambahkannya, selama ia merantau di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya hubungan dirinya dengan wartawan dari berbagai media selalu baik, namun kali ini, di tanah kelahirannya sendiri, dirinya sangat menyesalkan ada oknum wartawan yang tak objektif menulis sebuah berita.
” Saya hidup merantau sudah sampai ke beberapa kota besar di Indonesia, saya banyak kenal wartawan baik itu dari media cetak, elektronik maupun online, namun yang saya tau mereka profesional dan selalu menulis berita yang bermanfaat dan mendidik bagi masyarakat, karena sesuai tugas utama wartawan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat yang membaca berita atau tulisannya, wartawan juga tidak boleh menghakimi dan mendiskreditkan siapapun karena wartawan dituntut memiliki jiwa mulia bukan jiwa pendengki”, ungkap Selly.
Ditambahkannya, ia juga akan melihat jika oknum wartawan tetap saja melakukan pengiringan opini dan tendensius terhadap permasalahannya, dirinya juga akan melaporkan ke hal ini dewan pers sesuai dengan ketentuan Kode etik jurnalis (KEJ) dan Undang-undang nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Red-Rik)
BACA JUGA:  Ini Kata Johan Murod Juru Bicara PT Mualim Putra Pratama Terkait Tata Niaga Zirkon