Seknas FITRA Dana Hibah KONI ‘Harus Transparan’, Pasca Menpora Menjadi ‘Tumbal’

236

Jakarta-Pasca Penetapan Status ‘Tesangka’ kepada  Menpora, Imam Nachrowi pada kasus dana bantuan keuangan ke KONI tahun 2018 hal tersebut menimbulkan kritisi dari berbagai elemen. Salah satunya Seknas FITRA ( Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran ).

 


Misbah Hasan, Kordinator Seknas FITRA saat memberikan keterangan kepada Inspirasi Post mengatakan, Bahwa Kemenpora 2015-2016 laporan keuangannya disklaimer, baru 2017-2018 WDP. Ini sebenarnya menjadi warning system bagi Menpora untuk merubah potensi korupsi yang tinggi di kementeriannya.

” Khusus dana hibah/bantuan keuangan kepada KONI, ini modus yang sangat sering terjadi, mark up anggaran dan minta commitment fee, anggaran di bidang olahraga sulit dipantau tidak seperti anggaran infrastruktur karena sindikatnya sdh ada, proyek satlak prima, proyek wisma atlet, dsb menjadi jarahan empuk koruptor hampir setiap kabinet dan menporanya yang jadi ‘ Tumbal’ .” Tegas aktivis yang dikenal kritis ini, 20/ 09.

Lebih lanjut Seknas FITRA Menambahkan, Hal ini perlu ada solusi nya yaitu, melalui Kinerja keuangan Kemenpora harus diperbaiki. Termasuk audit internal oleh APIP.

” Kalo masih disklaimer, harus ada sanksi pemotongan anggaran APBN, Model Hibah Kelembagaan (KONI) harus diganti menjadi lebih transparan. Misalnya, pencairan dan pertanggungjawaban dibuka ke publik saat MoU.” Urainya.

Lebih baik kedepan, Menpora fokus pada pengembangan Kepemudaan. Atau nomenklatur bisa dipecah, Menteri Olahraga dan Menteri Pemuda dipisah.

Agar ada perubahan struktur dan meminimalisir mafia anggaran di dalam/di luar Kemenpora.

( Red / Dha / Yuki )

BACA JUGA:  Hi. Suparni Hadi, Spd: MKKS Kota Metro Maksimalkan Persiapan UNBK