Sadis !! Anak Bunuh Ibu Tanpa Sesal

1122
Ekspose pembunuhan ibu kandung yang dilakukan Agus, di Polresta Bandarlampung, Senin (5/3/2018).

Bandarlampung, Inspirasi Post – Sungguh biadab kelakuan Agus (25) yang tega membunuh ibu kandungnya, Eti Yulia (55) yang telah melahirkannya, dan korban dibunuh secara sadis, bahkan yang membuat miris tersangka tidak menyesali perbuatanya tersebut.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengungkapkan, sebelum mengantungi identitas pelaku, penyidik terlebih dahulu melakukan olah kejadian dan menggali keterangan dari para saksi. Kemudian, Babinkamtibmas Polsek Tanjungkarang Barat melakukaan penyisiran dan menemukan seorang pria yang sama persis dengan ciri-ciri pelaku, dalam keadaan kebingungan. Pelaku sempat kabur ke arah Natar sambil berjalan kaki, namun karena kebingungan pelaku kembali ke sekitar kediamannya. Pada saat diamankan juga, dia membawa sebilah golok,” jelas di Mapolresta.

Dari hasil penyidikan, motif pembunuhan tersebut, lantaran sang anak sakit hati dengan ibunya, hingga menyinggung pelaku. Lantas ia nekat membunuh ibu kandungnya dengan mengayunkan parang ke bagian kepala, punggung, lengan, dan leher hingga korban tewas bersimbah darah.

Murbani pun tak menampik, kalau pelaku memang mengalami gangguan kejiwaan dan psikis. Namun saat ini penanganan perkara tetap berlanjut, karena dari segi jasmani pelaku sehat, namun ada sedikit problem pada psikologi pelaku. Hal itu pun mempersulit penyidikan, karena keterangan pelaku berubah-ubah dan mengandung unsur mistis.

Karenanya, penyidik berkoordinasi dengan rumah Sakit jiwa, untuk memeriksa psikologi pelaku. “Sementara ditahan, dua hari ini kita lanjutkan pemberkasan, namun juga koordinasi dengan RSJ, tunggu hasil kejiwaan. Nanti itu dilengkapi, untuk berkas pekara, yang berhasil mutuskan pengadilan,” tegasnya.

Sementara pelaku ketika diwawancarai sejumlah awak media, memang sedikit melontarkan kata-kata yang kurang logis, bahkan ia sempat membantah kalau korban ibu kandungnya sendiri. “Dia bukan ibu kandung, ibu angkat. Bapak saya enggak sama dia lagi, dia sering selingkuh,” kata pelaku.

BACA JUGA:  Meriah !! Ketua PWI dan Walikota Diarak Prosesi Adat Lampung di Konferensi Kota Metro

“Ia berujar, sang ibu sering dinasihati agar sang ibu beribadah, dan menghentikan perbuatan asusila yang dituduhkan pelaku ke ibunya. Karena sering miss komunikasi, pelaku berdalih sang ibu sering menghina kegiatan agama yang rutin dilakukan korban, bahkan saat kejadian korban sedang khusuk beribadah. Saat itulah pelaku kesal, dan membunuh korban. “Ibadah segala macam saya lakukan, dihina. Saya enggak nyesel membunuh ibunya,” pungkasnya.
Editor: (Purwadi / Dbs).

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)