Saat OTT, KPK Sita Rp 25 Juta dan 9.500 Dollar AS dari Bupati Jombang

311
KPK menyita uang saat menggelar OTT Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko pada Sabtu (4/2/2018).

JAKARTA, Inspirasi Post — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang  Rp 25 juta dan 9.500 dollar AS saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko pada Sabtu (4/2/2018).

KPK menangkap Nyono di Stasiun Balapan, Solo, saat ia hendak menuju Jombang. “Dari tangan Nyono, didapatkan uang tunai sebesar Rp 25 juta. Selain itu,  didapatkan juga uang pecahan dollar AS sebesar  9.500,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M  Syarief saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/2/2018).

Uang yang disita KPK tersebut, lanjut Laode, diduga berasal dari uang suap yang diberikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Inna Silestyanti. Laode menuturkan, suap tersebut diberikan  Inna agar Nyono, selaku bupati, menetapkan Inna sebagai kepala dinas kesehatan definitif. Total suap yang diberikan kepada Nyono berjumlah Rp 275 juta. “Diduga pemberian uang dari IS ke
Nyono, agar Bupati menetapkannya sebagai Kepala Dinas kesehatan karena dia (Inna) masih Plt,” tuturnya.

Uang yang diberikan kepada Nyono, lanjut Laode, berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang. Dana tersebut telah dikumpulkan oleh inna sejak Juni 2017. Setelah terkumpul, dana itu kemudian dibagikan. Sebesar 1 persen untuk Paguyuban Puskesmas se-Jombang, 1 persen untuk Kepala Dinas kesehatan, dan 5 persen untuk Bupati Jombang.

Atas dana yang terkumpul tersebut, Inna telah menyerahkan kepada Nyono sebesar Rp 200 juta pada Desember 2017. Selain itu, Inna juga membantu penerbitan izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang dan meminta pungli izin. Dari pungli itu, diduga Inna menyerahkan uang sebesar Rp 75 juta kepada Nyono pada 1 Februari 2018.

BACA JUGA:  Taman Wisata Alam Telaga Warna Dan Pengilon 'Resmi Dibuka'

“Uang yang diserahkan ke Nyono berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang yang dikumpulkan sejak juni 2017 sehingga totalnya Rp 434 juta,” kata Laode saat di langsir Kompas.com.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Inna dan Nyono sebagai tersangka. Inna sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Nyono disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi joPasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (Hiroyuki/Dbs)
Editor: Purwadi