Relawan ‘Backpaker Teaching’ Turut Berpartisipasi Dalam Pemerataan Pendidikan di Indonesia

415
Jawa Tengah – Organisasi Backpacker Teaching kembali melaksanakan aksi nyata membantu mewujudkan pendidikan yang merata di Indonesi.
Sebanyak 54 orang relawan Backpacker Teaching berpartisipasi dalam kegiatan Backpacker Teaching Goes To Grobogan yang diketuai oleh Fajar Anggun Permana.
Relawan Backpacker Teaching menjadi agen perubahan di SDN 2 Jatiharjo, Grobogan Jawa Tengah dengan mengusung metode merdeka belajar.
Mulai dari membuat pojok baca untuk meningkatkan literasi siswa di sekolah, melakukan pendidikan parenting kepada wali murid oleh Dr. Mus Mulyadi dan workshop penilaian otentik kurikulum 13 berbasis kearifan lokal bersama Dirgantara Wicaksono yang dihadiri sepuluh sekolah di gugus V termasuk guru dan kepala sekolah.
Kegiatan tersebut ditutup dengan pertunjukan siswa-siswi dalam pentas seni yang berisi tampilan anak-anak menari dan bernyanyi, juga drama dan puisi.
Dirgantara yang juga pendiri Backpacker Teaching mengatakan, pihaknya juga membuat film dokumenter selama berkegiatan di Sekolah tersebut yang nantinya akan diadvokasikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga komisi X bidang pendidikan untuk segera ditindaklanjuti.
Dirgantara menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan bisa menggugah pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera menindaklanjuti permasalahan pendidikan yang tidak merata. “Kami  melakukan perbaikan kurikulum dengan memadukan kurikulum yang ada dengan kearifan lokal setempat,” ujarnya/
Selama satu minggu, kegiatan belajar mengajar berlangsung menggunakan 2 kelas dan perpustakaan. Dua kelas tersebut digunakan oleh kelas V dan kelas VI.
Sedangkan perpustakaan digunakan oleh kelas I sampai kelas III karena kelas-kelas yang seharusnya digunakan sudah rusak berat.
Mulai dari atap yang bocor, dinding kayu yang lapuk, serta lantai yang sudah tertutup tanah sangat rawan roboh. Hal tersebut terjadi Selma bertahun-tahun.
Selama Darwanti menjabat kepala sekolah dari tahun 2015 belum ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.
Ia mengaku sudah mengajukan proposal dan upload data di Dapodik sesuai alur yang ada untuk dana renovasi kelas. Namun belum ada perbaikan sampai sekarang.
Selain ruang kelas, kebutuhan guru yang masih kurang menjadi masalah di sekolah ini. Hanya terdapat 3 guru PNS termasuk kepala sekolah yang lain masih honorer.
Para relawan yang turut serta antara lain para pengurus wilayah seperti Backpacker Teaching Semarang yang diketuai Dinda Eka, Backpacker Teaching Batang yang diketuai Afrilia Sandyta, Backpacker Teaching Yogyakarta yang diketuai Amal Azkia, Backpacker Teaching Bogor yang diketuai M. Rizky Firmansyah, Backpacker Teaching Solo yang diketuai oleh Doni Ardian Wicaksono, bersama masing-masing anggotanya.
( Red / Dha / Elz )
BACA JUGA:  Eddy Law , Artis " Nagaswara " Beri Apresiasi Kepada Inspirasi Post Sebagai Media Anti Hoax dan Menjadi Inspirasi Semua Elemen