Puisi Ketua SMSI Lampura Masuk Antologi ‘Swara Masnuna’ pada Lomba Krakatau Award 2019 Tingkat Nasional

88
Lampung Utara-Lomba Cipta Puisi tingkat nasional dalam Festival Krakatau 2019 telah rampung diselenggarakan.
Dari sejumlah 142 orang peserta, 44 di antaranya masuk sebagai nominator sekaligus enam orang yang berhak mendapatkan predikat juara dan karyanya dibukukan dalam antologi (kumpulan) puisi dengan judul buku ‘Swara Masnuna’.
Judul buku antologi puisi Swara Masnuna ini juga merupakan judul peraih juara pertama yang ditulis penyair atas nama Eko Ragil Ahrahman asal Provinsi Riau.
Satu diantara nominator yang karya puisinya juga tercatat dalam antolologi puisi dimaksud, yakni wartawan media siber sinarlampung.com biro Lampung Utara, Ardiansyah.
Puisi yang ditulis Ardiansyah, yang juga saat ini tercatat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Utara, dan masuk sebagai salah satu nominator dalam lomba tersebut berjudul ‘Metamorfosa Anak Krakatau’.
Dalam sambutan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Lampung Krakatau Festival ke XXIX tahun 2019 ini memiliki makna tersendiri.
“Selain sebagai satu upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap potensi pariwisata dan seni budaya Lampung, juga mempunyai nilai dokumental dengan diterbitlkannya karya-karya pemenang dan nominator dalam bentuk buku yang diberi judul ‘Swara Masnuna’,” kata Arinal Djunaidi dalam kata sambutannya yang tertulis dalam pengantar buku antologi puisi Festival Krakatau Award 2019, Sabtu, (31/8/2019).
Dirinya juga menambahkan, kegiatan Festival Krakatau Award 2019 ini merupakan bagian dari upaya merawat dan mengembangkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap kekayaan dan keragaman potensi pariwisata dan seni budaya Lampung.
Senada, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Qudrotul Ikhwan, MM., menyampaikan, Krakatau Award 2019 dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan apresiasi masyarakat nasional terhadap kekayaan dan keragaman dunia pariwisata dan seni budaya Lampung.
“Oleh karena itu, karya-karya terbaik dari para  pemenang dan nominator dihimpun dan diterbitkan menjadi sebuah buku kumpulan puisi,” papar Qudrotul.
Tujuannya, kata Qudratul, yakni untuk mendokumentasikan berbagai pandangan masyarakat terhadap pembangunan pariwisata dan seni budaya Lampung.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Linda Libiyanti Sumadewi, ME., mengatakan, pada tahun 2019 ini, Krakatau Award kembali mengangkat Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional.
“Tercatat, sebanyak 142 peserta yang berasal dari 19 provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, Madura, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan dari Provinsi Lampung terdiri dari Kotamadya Bandarlampung, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Barat, Waykanan, Lampung Utara, Mesuji, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, dan Lampung Selatan,” beber Linda Libiyanti, beberapa waktu lalu, (18/7/2019). ( Red / Dha / Riki )
BACA JUGA:  Pemilihan Muli Mekhanai 2019 Memasuki Babak Baru