Proyek Terbangkalai Penyebab Rumah Warga Desa Kapit Kebanjiran, Ini Klarifikasi PUPR Bangka Belitung

118
Bangka Barat – Diberitakan sebelumnya, Proyek pekerjaan pelebaran jalan raya penghubung Desa Kapit ke Desa Semulut Kecamatan Parittiga terbangkalai dan menyebabkan rumah warga desa Kapit kebanjiran, menurut perwakilan dari dinas terkait sebetulnya proyek itu terkendala oleh covid 19 yang menjadi pandemi saat ini.
Proyek pekerjaan pelebaran yang dimaksud  itu adalah peningkatan jalan Kecamatan Parittiga ke pelabuhan RU Desa Bakit.
Proyek pekerjaan itu menjadi perhatian publik dan ditindaklanjuti oleh Gubernur Babel setelah sebelumya beredar video seorang kadus di Desa Kapit meminta kepada Gubernur untuk menindak lanjuti proyek yang dianggapnya terbangkalai tersebut, hingga video itu viral di media sosial facebook.
Kepada Pers Babel, Perwakilan dari PU, Dasroan, mengatakan bahwa proyek peningktan jalan yang menelan anggaran enam miliyar itu bukan sengaja ditinggalkan begitu saja sehingga terkesan terbangkalai, melainkan tertunda gegara musibah pandemi covid 19.
“Bukan terbangkalai bang, tapi tertunda dengan adanya pandemi virus corona di tanah air” kata Dasroan mewakili Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekira pukul 15.20 Wib, Kamis (18/06/2020).
Kedatangan rombongan dinas PUPR ke desa Kapit, Kecamatan Parittiga sebagai bentuk tindak lanjut dari berita sebelumnya sekalian untuk mengklarifikasi tentang proyek yang tertunda tersebut.
Kepala Dusun di Desa Kapit, Marjuli, mengatakan bahwa dirinya menyambut baik atas kedatangan perwakilan dari dinas PU, menurutnya proyek itu secepatnya akan di lanjutkan.
“Mereka akan segera membuat box oper sebagai saluran air, hal ini untuk menghindari banjir saat hujan lebat datang” kata Marjuli.
Saya harap dengan hadirnya perwakilan dari dinas PUPR ke lokasi banjir kemaren, bisa menjawab atas keluhan masyarakat khususnya yang rumahnya kena banjir” Pungkas Marjuli. (Red/Rik)
BACA JUGA:  Situs Purbakala " Pugung Rahardjo " Sebuah Kearifan Lokal Lampung Timur Harus Terjaga