Protes !! Satu Minggu Akses Jalan Ditutup Total, Diduga Langgar Perda

682
Salah satu penguna jalan, Ali Imron menyesalkan penutupan jalan tersebut untuk kepentingan pribadi.

METRO, Inspirasi Post – Sejumlah penguna jalan di 15 Polos, Kecamatan Metro Pusat Kota Metro, keberatan atas adanya penutupan jalan umum yang dilakukan untuk kepentingan pribadi selama satu Minggu. Pasalnya, penutupan jalan itu di duga melanggar Perda.

Salah satu penguna jalan, Ali Imron mengatakan banyak pengendara motor dan mobil dari arah utara dan selatan, tidak tahu kalau jalan ditutup dan sudah dipasang besi. Baik motor dan mobil, kemudian berputar cari arah jalan lain. Namun, ada pula pengendara motor yang berhenti sambil melihat jalan yang ditutup tersebut. “Tidak tahu kalau sudah ditutup, biasa setiap hari lewat jalur disini,” jelas Ali Imron kepada Inspirasi Post, Selasa (17/4/2018).

Jalan arternatip di tutup total, disebabkan karena kematian orang Tiong Hoa.

Lebih lanjut Ali Imron menambahkan, akibat adanya penutupan jalan secara total, tentunya sangat merugikan penguna jalan. “Apa lagi jalan umum itu, sudah satu Minggu di tutup total untuk kepentingan pribadi, yakni kematian orang Tiong Hoa,” pungkasnya.

Pasalnya, penutupan jalan umum itu terus mendapat sorotan berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI terpilih Kota Metro Abdul Wahab menyesalkan, dengan melakukan penutupan jalan untuk kepenutingan pribadi.

Menurutnya, jika penutupan jalan itu satu atau dua hari di anggap wajar. Namun, kalau sudah satu Minggu, jelas penutupan jalan umum tersebut sangat tidak wajar. Abdul Wahab menegaskan, penggunaan jalan dengan cara menutup untuk kepentingan tertentu diatur dalam pasal 1 angka 9 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012, tentang pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dan penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas,” ujarnya.

Pengguna jalan balik memutar, akibat jalan tersebut di tutup total.

Selain itu, di atur pada pasal 12 huruf V Peraturan Daerah (Perda) ini disebutkan, bahwa setiap orang dilarang mempergunakan jalan umum atau trotoar atau pada bangunan pertokoran, pasar yang menghadap pada jalan umum untuk pedagang kaki lima atau usaha lainya.

BACA JUGA:  KPK Kembali ' OTT ' Kepala Daerah

Seperti, kata Abdul Wahab, penggunaan jalan untuk pesta pernikahan termasuk sebagai penggunaan jalan untuk kepentingan pribadi. Dengan penutupan jalan umum tersebut, sejumlah pengguna jalan protes. Menurutnya, kejadian ini menjadi kecemburuan sosial di kalangan masyarakat. Jangan karena orang Tiong Hoa, di bolehkan menutup jalan selama satu minggu. Namun, masyarakat biasa yang menutup jalan, pihak Pemkot Metro dan Kepolisian menindak secara tegas,” ungkapnya.

Abdul Wahab menambahkan, terkait dengan jalan umum sesuai dengan ketentuan dalam pasal 16 ayat (2) Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2012, yang mengatakan bahwa penggunaan jalan yang bersifat pribadi antara lain untuk pesta perkawinan, kematian, atau kegiatan lainnya. “Sangatlah jelas aturan penutupan jalan. Jadi, warga tak boleh asal melakukannya, karena melanggar hukum dan Perda yang berlaku,” tegas Abdul Wahab. (Red)

Editor: Purwadi