” Presiden Alternatif ” Versi Himapol dan Suara Milenial Dalam Gagasan

565

Jakarta, Inspirasi Post-Himapol Indonesia dan Suara Milenial Mencari Sosok Presiden Alternatif Sebagai bentuk respon terhadap isu-isu politik yang berkembang belakangan ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Indonesia, bekerjasama dengan Suara Milenial (SM) akan mengadakan kegiatan diskusi rutin dengan tema .

“Milenial Mencari Sosok Presiden Alternatif”.

Kegiatan ini diadakan secara berkala mulai dari awal April hingga Juli di beberapa kota besar di Indonesia dengan mengundang tokoh-tokoh politik atau nama-nama calon presiden alternatif yang muncul belakangan ini. Acara pertama sekaligus launching gerakan “Suara Milenial” akan diadakan di Ciputat tanggal 4 April 2018 dengan narasumber Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Earvin Qushairy selaku Kepala Divisi Kajian Sosial Politik dan Keilmuan Himapol Indonesia menjelaskan Kepada Inspirasi Post,

Bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan sosok terbaik bangsa yang akan ditawarkan ke publik menjadi calon presiden.

“Kami berangkat dari kegelisahan teman-teman melihat sosok calon presiden yang hanya berkutat antara dua nama Jokowi dan Prabowo. Padahal bangsa ini tidak kekurangan stok pemimpin hebat. Persoalannya, tokoh-tokoh ini kurang terekspos oleh media sehingga publik tidak tahu. Jadi melalui kegiatan ini kami ingin mengkaji, memperkenalkan, lalu menawarkan ke publik”, ujarnya.

Sementara itu , Rizqie Guntur Pahlawan , founder Suara Milenial (SM) memberikan analisa nya,

” Kegiatan diskusi ini adalah salah satu dari rangkaian besar agenda lainnya “.

“Kami bersama teman-teman Suara Milenial (SM) tidak hanya melakukan diskusi, tapi kami juga akan rutin melakukan safari politik ke berbagai tokoh, ormas, lembaga semacam KPK hingga Komnas HAM, dan memberi tawaran nama-nama calon presiden ke semua partai politik. Kami akan terus marathon dalam tiga bulan ke depan”, tambahnya. Diharapkan, penguatan sistem demokrasi bisa berjalan dengan baik dan berkualitas. Ada peran penting yang dijalankan oleh kelompok milenial sebagai civil society guna meningkatkan partisipasi dalam politik sehingga kontestasi pemilu yang akan datang tidak hanya dibajak oleh elit-elit politik saja.

Perlu diketahui, kostelasi politik mendekati ajang pesta demokrasi pemilihan Presiden saat ini tentu, membuat para Intelektual Muda yang berasal dari kampus maupun jaringan lintas sektoral dengan disiplin ilmu politik dll , Gerakan ini mulai mengeluarkan Gagasan maupun Program yang bertujuan untuk menjaring ataupun menerapkan sistematika ke ilmuannya dalam strata yang lebih cerdas serta transparan. Hal tersebut sesuai dengan penilaiaan ataupun pemetaan yang telah dilakukan jauh hari dengan riset maupun discuss internal kampus atau umum yang tentunya bertujuan untuk menghasilkan kualitas pemimpin yang benar – benar melalui proses penjaringan dari rakyat melalui  ” tangan dingin ” Intelektual Muda Indonesia.

BACA JUGA:  Dinas Kominfo Kota Depok 'Berhasil' Jalin Sinergi Dengan Insan Pers Melalui Media Gathering

(Yudha Saputra / Rls / Red)