Polisi Kawal Ketat Pembunuh Ibu Kandung di RSJ

252
Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono saat berikan keterangan, terkait Agus (25), pelaku pembunuh ibu kandung di kawal ketat lima anggota di RSJ. (Foto Humas Dbs)

Bandar Lampung, Inspirasi Post – Lima anggota polisi mengawal Agus (25), pelaku pembunuh ibu kandung di Perumahan Griya Rubi, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, pelaku pembunuh ibu kandung, rencana akan menjalani perawat selama 14 hari kedepan. Hingga saat ini, dia sudah berada di RSJ selama delapan hari. Saat ini, lima orang anggota polisi juga melakukan penjagaan di sekitar RSJ tempat Agus dirawat,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).

Hal serupa di katakan Humas RSJ Lampung, David menuturkan, Agus kini telah berada di RSJ selama delapan hari. Agus juga ditempatkan di ruang Cendrawasih kamar khusus untuk visum. “Pas datang, pasien kita masukan di ruang Isolasi yang berisi satu pasien.

Saat ini pasien sudah kita pindahkan di ruang observasi yang berisi empat pasien. Menurutnya, selama perawatan pasien dijaga ketat oleh anggota kepolisian. Hal itu lantaran, pasien merupakan titipan dari anggota kepolisian. “Kami tidak mau ambil resiko, makanya polisi menjaga ketat pasien,” pungkasnya.

Ekspose pembunuhan ibu kandung yang dilakukan Agus, di Polresta Bandarlampung, Senin (5/3/2018).

Diberitakan sebelumnya, Agus (25) yang tega membunuh ibu kandungnya, Eti Yulia (55) yang telah melahirkannya, dan korban dibunuh secara sadis, bahkan yang membuat miris tersangka tidak menyesali perbuatanya tersebut.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengungkapkan, sebelum mengantungi identitas pelaku, penyidik terlebih dahulu melakukan olah kejadian dan menggali keterangan dari para saksi.

Kemudian, Babinkamtibmas Polsek Tanjungkarang Barat melakukaan penyisiran dan menemukan seorang pria yang sama persis dengan ciri-ciri pelaku, dalam keadaan kebingungan. Pelaku sempat kabur ke arah Natar sambil berjalan kaki, namun karena kebingungan pelaku kembali ke sekitar kediamannya. Pada saat diamankan juga, dia membawa sebilah golok,” jelas di Mapolresta.

BACA JUGA:  Suparni Hadi, MPd: PPDB Sistem Zonasi Beri Peluang Pada Calon Siswa Baru Dari Luar Wilayah

Dari hasil penyidikan, motif pembunuhan tersebut, lantaran sang anak sakit hati dengan ibunya, hingga menyinggung pelaku. Lantas ia nekat membunuh ibu kandungnya dengan mengayunkan parang ke bagian kepala, punggung, lengan, dan leher hingga korban tewas bersimbah darah. (Ricki/Dbs)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)