Pilpres 2019, PKS Tolak Diajak Gabung Koalisi Pendukung Jokowi

423
Presiden PKS Sohibul Iman saat berikan keterangan pers, memastikan tidak akan bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah dan memberikan dukungan kepada Jokowi.

JAKARTA, Inspirasi Post – Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diajak bergabung dengan koalisi partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, PKS memastikan tidak akan bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah dan memberikan dukungan kepada Jokowi.

Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan, bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah merupakan pilihan politik yang tidak logis bagi PKS. “Kami melihat, kalau PKS bergabung, Gerindra bergabung, PAN bergabung, kemungkinannya Pak Jokowi lawan kotak kosong. Nah kami melihat itu tak sehat buat demokrasi,” kata Sohibul di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018).

Saya katakan, rasionalitas politiknya kurang logis kalau PKS ikut bersama. Menurut Sohibul, jika seluruh parpol oposisi pemerintah, yakni PKS dan Partai Gerindra, mengalihkan dukungannya ke Jokowi, hal itu akan berdampak buruk pada demokrasi. Sebab, masyarakat tidak akan memiliki pilihan lain dalam Pilpres 2019 mendatang.

Selain itu, kata Sohibul, bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah merupakan pilihan politik yang tidak logis bagi PKS. “Kami melihat, kalau PKS bergabung, Gerindra bergabung, PAN bergabung, kemungkinannya Pak Jokowi lawan kotak kosong. Nah kami melihat itu tak sehat buat demokrasi. Saya katakan rasionalitas politiknya kurang logis kalau PKS ikut bersama,” tegasnya.

Saat ini ada lima partai yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo sebagai petahana. Kelima partai tersebut adalah PDI-P, Golkar, PPP, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sementara PAN, PKS, PKB, dan Partai Demokrat belum mendeklarasikan siapa calon Presiden yang akan didukungnya.

Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan, bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah merupakan pilihan politik yang tidak logis bagi PKS. “Kami melihat, kalau PKS bergabung, Gerindra bergabung, PAN bergabung, kemungkinannya Pak Jokowi lawan kotak kosong. Nah kami melihat itu tak sehat buat demokrasi,” kata Sohibul di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018).

BACA JUGA:  Kontestan Ajang " Muli Mekhanai 2019 " Kota Metro Sepi Peminat

Saya katakan, rasionalitas politiknya kurang logis kalau PKS ikut bersama. Menurut Sohibul, jika seluruh parpol oposisi pemerintah, yakni PKS dan Partai Gerindra, mengalihkan dukungannya ke Jokowi, hal itu akan berdampak buruk pada demokrasi. Sebab, masyarakat tidak akan memiliki pilihan lain dalam Pilpres 2019 mendatang.

Selain itu, kata Sohibul, bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah merupakan pilihan politik yang tidak logis bagi PKS. “Kami melihat, kalau PKS bergabung, Gerindra bergabung, PAN bergabung, kemungkinannya Pak Jokowi lawan kotak kosong. Nah kami melihat itu tak sehat buat demokrasi. Saya katakan rasionalitas politiknya kurang logis kalau PKS ikut bersama,” tegasnya.

Saat ini ada lima partai yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo sebagai petahana. Kelima partai tersebut adalah PDI-P, Golkar, PPP, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sementara PAN, PKS, PKB, dan Partai Demokrat belum mendeklarasikan siapa calon Presiden yang akan didukungnya.

Editor: (Purwadi/ Dbs / Red)

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)