Petinggi Negara Yang Tidak Peka !!

386
Aktivis HMI Cabang Bandar Lampung

OPINI

Oleh : Rosim Nyerupa Penano

( Aktivis HMI cabang Bandar Lampung )

Rosim Nyerupa Penano , Aktivis Mahasiswa HMI Cabang Bandar Lampung

Beberapa hari ini masyarakat indonesia nampak heboh mempertontonkan sikap para pemangku negara yang tidak menunjukkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakatnya. Nilai-nilai kebaikan itu tidak nampak dalam video singkat yang lagi viral dimedia sosial saat presiden Jokowi turun kelapangan untuk memberikan piala atas kemenangan yang diraih tim sepak bola Persija melawan Bali United dalam laga perebutan piala presiden di Jakarta kemarin.

Dalam video yang berdurasi 14 detik itu terlihat jelas berbagai tokoh beringan mendampingi Presiden jokowi menuju lapangan termasuk Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang menjadi tuan rumah piala bergilir presiden tersebut dibagian belakang. Setelah presiden dan berbagai tokoh melewati pagar pembatas tangga tribun stadion, Tiba-tiba Paspampres menghalangi Mantan Menteri Pendidikan Jokowi turuan kelapangan. Seperti yang terlihat didalam video itu, Keduanya nampak berargument meskipun kita tidak tahu apa yang disampaikan paspampres dan jawaban Anies. Anies mengalah kemudian kembali kearah semula yang memantik simpatik para penonton.

fenomena diatas tentunya mengundang beragam komentar dari masyarakat Indonesia. Terlepas apapun komentar masyarakat itu, Saya menilai penomena itu tidak sepatutnya terjadi, Karena ada dua sisi yang perlu kita cermati. Pertama sisi pemerintahan, sebagaimana kita ketahui Gubernur merupakan jabatan politik yang berkedudukan sebagai wakil pemerintah pusat ditingkat provinsi dan bertanggungjawab kepada presiden yang kewenangannya diatur dalam UU No 32 Tahun 2004 dan PP No 19 Tahun 2010.

Jadi apapun urusan pemerintahan baik formal maupun informal yang menyangkut agenda pemerintah pusat apalagi presiden hadir disuatu daerah tentunya melibatkan pemerintahan daerah setempat terutama Gubernur untuk mempersiapkan dan mendampingi seorang presiden. Dalam acara final piala presiden yang berhasil direbut oleh tim Persija semustinya Anies Baswedan selaku Gubernur mendampingi setiap agenda penting dalam randown acara tersebut, mulai dari masuk kearena Stadion hingga mendampingi Presiden Jokowi Menyerahkan piala bergilir itu. Jika pengakuan Paspamres hanya bertolam kepada daftar list nama yang berhak mendampingi presiden itu terlalu nampak tidak memperkenankan Anies Baswedan selaku Gubernur mendampingi Presiden Jokowi menyerahkan piala bergilir diarena lapangan. Sementara jelas siapa Anies dan siapa Jokowi. Kemudian dalam sistem pratokoler, Tentunya sebelum acara berlangsung sudah terjadi interaksi dan komunikasi dengan pihak penitia penyelanggara begitu juga dengan protokoler Gubernur DKI jakarta. Karena tidak mungkin penjabat negara datang tanpa pengkondisian terlebih dahulu agar berjalan dengan baik. Sebab UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan ayat 13 point a sudah jelas mengatakan bahwa dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wakil Presiden. Maka dapat disimpulkan bahwa kejadian itu melanggar UU Keprotokolan. Kedua dari sisi politik, Dalam kacamata politik sudah bukan rahasia umum siapa Jokowi dan siapa Anies Baswedan. Hari ini keduanya berada dalam pandangan politik yang berbeda pandangan. Meskipun Anies sempat dirangkul Jokowi dalam jajaran kabinet kerjanya sebagai Menteri Pendidikan tetapi penomena pilkada Jakarta beberapa waktu silam membuat keduanya berada diposisi yang tidak sejalan.

” Saya pernah menulis tentang kontentasi Pilkada Jakarta dengan tajuk ketika negara menjadi tim sukses, meskipun tidak nampak dipeluput mata upaya negara menghendaki pasangan Ahok-Djarot yang memimpin Ibukota Negara itu tetapi gerakan-gerakan dibalik layar dirasakan. Jika itu benar, Wajar saja terjadi. Sebab Ahok merupakan kandidat yang diusung PDIP kemudian Jokowi saat Pilpres juga diusung partai besutan Megawati. Secara psikologis pribadi tentu egosentris keberpihakan subjentif pasti ada “.

Kemudian disamping itu sebentar lagi negara kita akan dihadapkan dengan pemilihan Presiden ditahun 2019. Jokowi digadang akan maju kembali sebagai kandidat calon presiden begitu juga dengan Prabowo Subianto. Irisan politik berbagai tokoh nasional semakin menampak, Termasuk Anies Baswedan berada pada irisan Prabowo Subianto. Jika dikaitkan dengan penomena yang lagi center ini, Seharusnya presiden Jokowi tidak menampak sikap yang tidak mencerminkan seorang negarawan karena ia adalah seorang kepala negara yang harus berada dalam posisi tengah meskipun ia tahu siapa Gubernur DKI Jakarta itu. Mengapa saya katakan Presiden Jokowi,

“Karena apapun tanggapan pihak istana semustinya Jokowi harus peka, ia harus menyadari bahwa disampingnya harus ada anak buahnya yakni Gubernur Anies disampingnya untuk menyerahkan piala itu. Sebab itu moment penting yang menjadi puncak sorotan media untuk dipublish “.

 

BACA JUGA:  Ini Kata Jubir KPK Terkait 'Kasus' Di Lampung Selatan