Petani P3A Toto Katon, Ujung Tombak Produksi Pangan

585
Ketua P3A Totokaton Kecamatan Punggur, Ruswanto saat berikan keterangan kepada Inspirasi Post.

Lampung Tengah, Inspirasi Post – Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kampung Toto Katon, Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Ruswanto mengatakan penyediaan air irigasi untuk komoditas padi merupakan kunci dasar mendorong produksi pangan.

Hal tersebut sesuai dengan, peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 yang mengamanatkan, bahwa pembinaan dan pemberdayaan P3A menjadi tanggung jawab instansi pemerintah daerah yang membidangi ketahanan pangan,” kata Ruswanto kepada Inspirasi Post, Minggu (3/6/2018).

Lebih lanjut Ruswanto mengatakan, pengelolaan air irigasi di Kecamatan Punggur sudah cukup baik. “Namun saat ini, masih perlu ditingkatkan dan menjadi perhatian dalam penyediaan air irigasi untuk pertanian. Seperti, bagaimana pengelolaan, pemanfaatan serta pemeliharaan jaringan irigasi berjalan secara berkelanjutan sehingga terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan.

P3A sendiri, lanjut Ruswanto, telah tercatat sebagai salah satu kelompok petani khususnya di Kampung Toto Katon yang handal. Sebab, berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi. Lembaga kelompok petani ini, secara khusus mewadahi para petani yang terkait dengan tata kelola air irigasi di tingkat usaha tani sekaligus pengelolaan sumber daya air lainnya untuk meningkatkan produksi pangan dan kepentingan pembangunan pertanian,” ujarnya.

Ruswanto menambahkan, pentingnya peran P3A disebutkan dalam UU No. 7 Tahun 2004, dimana petani diberi wewenang dan tanggungjawab pemeliharaan di tingkat usaha tani. Selama ini, upaya pembinaan (penguatan dan pemberdayaan, red), P3A lebih diarahkan untuk menyediakan atau membagi air secara adil bagi anggotanya.

Menurutnya, mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier, mencari solusi secara mandiri terhadap persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani. Kemudian, meningkatkan kemampuan lembaga petani dalam menjalin kerja sama dengan pihak luar, termasuk pemerintah daerah atau lembaga lain untuk kepentingan petani,” tutup Ruswanto. (Ipung/Red)

BACA JUGA:  Parah !! Dendam Cinta, Vidio Mesum Disebar Mantan Kekasih

 Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)