Petani Lampung Timur ‘Ketiban Rezeki’ Harga Sayuran Naik Tinggi

330

Labuhan Ratu – Dalam dua musim ini keuntungan budidaya bertani sayuran yang di lakukan oleh petani holtikultura warga Desa Labuhan Ratu 7 kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur, menuai keuntungan yang luar biasa.

Selama musim tanam yaitu tahun 2018 dan 2019, Eko Priyanto (43) petani sayuran warga Labuhan Ratu 7 dalam bertani sayuran yakni Gambas, bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta dalam sekali musim tanam sayuran itu.

“Sekarang saya tanam sayuran Gambas 1,5 hektar dan mentimun 0,5 hektar. Tahun ini dan tahun kemaren harga bagus, Gambas di ambil pembeli Rp6000 dan mentimun di harga Rp3000”, kata Eko menuturkan kepada peliput di kediamanya, Rabu (26/6/2019).

Menurut Eko, modal untuk budidaya sayuran khususnya Gambas dalam 1,5 hektarnya mencapai Rp25 juta. Biaya tersebut Dia keluarkan mulai dari persiapan pengolahan lahan, pengadaan bibit, pemupukan sampai biaya pekerja untuk panen dan perawatanya selama 3 bulan.

“Selama masa pemanenan, pekerja 2 hari sekali melakukanya, dan mampu sebanyak 20 kali masa pemanenanya. Hasil puncaknya bisa sampai 1,5 ton sekali panen, dan musim ini saya menargetkan 25 ton untuk sayur Gambasnya,” ungkap Eko petani Sayuran yang sudah menekuni bidangnya hampir 20 tahun.

Di kalkulasi, dengan harga Gambas Rp 6000, dan total perolehan panen mencapai 25 ton, Eko bisa meraup keuntungan Rp125 juta bersih dalam 3 bulan masa budidaya sayuran tersebut, belum lagi dari hasil sayuran lainya yaitu mentimun.

Dalam beberapa penjelasanya dan berbagi pengalaman dalam bertani. Menurut Eko, untuk budidaya sayuran lebih sangat menguntungkan. Dengan memakai sistem siklus pergantian tanaman dalam setahun, Eko bisa lebih banyak menghemat biaya untuk olahan awal.

( Red / kominfo )

BACA JUGA:  Terduga Ijazah Palsu Anggota DPRD Lampung Utara ' Bungkam ' Saat Di Wawancara Awak Media