Perguruan Krida Kartikatama Metro, Utakan Akhlak Siswa dan Tingkatkan Mutu Pendidikan

1038
Kepala SMP Kartikatama Metro, Hi. Sutarno, Spd,MM saat berikan keterangan terkait akhlak siswa-siswinya dan tingkatkan mutu pendidikan.

Kota Metro, Inspirasi Post – Perguruan Krida Kartikatama Kota Metro, memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan dan utamakan akhlak siswa. Pasalnya, yang menjadi prioritas adalah menerapkan Undang-Undang (UU) No.20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan Nasional.

Kepala SMP Kartikatama Metro, Hi. Sutarno, Spd,MM. mengatakan, bahwa perguruan Krida Kartikatama sebagai lembaga pendidikan berstandar nasional, dan mampu mencetak peserta didik yang berakhlak mulia. Hal ini merupakan, salah satu bagian dari keseluruhan pendidikan karakter yang diterapkan dalam meletakkan nilai-nilai dasar aspek positif kehidupan di masyarakat. Sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional,” jelas Hi. Sutarno kepada Inspirasi Post, Kamis (12/4/2018) di selah kegiatannya.

Peserta didik Perguruan Krida Kartikatama Kota Metro, rutin menggelar Sholat berjamaah di Masjid lingkungan sekolah.

Lebih lanjut Sutarno menambahkan, tujuan dari pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban terhadap siswa-siswi yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” tegasnya.

“Kita memiliki filosof, juga fungsikan tidak hanya sebatas mengajarkan anak didik dengan ilmu agama semata. Namun, juga berbagai keterampilan lainnya yang dibutuhkan kelak di tengah masyarakat. Menurutnya, UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, pada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkan, bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

Pendidikan informal, adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan informal, sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari, atau kurang dari 30%. Selebihnya (70%), peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu, pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bang Zaiful Ajak Masyarakat Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi Bersama Memajukan Lampung Timur

Selama ini, lanjut Sutarno, pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Kesibukan dan aktivitas kerja orang tua yang relatif tinggi, kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga, pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar, dan pengaruh media elektronik ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik.

Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut, adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Dalam hal ini, waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan, agar peningkatan mutu hasil belajar dapat dicapai, terutama dalam pembentukan karakter peserta didik,” ungkapnya.

Melalui program ini, kata Sutarno, diharapkan lulusan-lulusan dari peserta didik dapat memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah khususnya di Perguruan Krida Kartikatama Kota Metro,” tutup Sutarno. (Ipung/Red)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)