Peranan Media Dalam Mendidik dan Mempengaruhi Pola Hidup Masyarakat

430
Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)

BANDAR LAMPUNG, Inspirasi Post – Dalam memasuki era globalisasi seperti sekarang ini, lembaga perusahaan Pers mempunyai tanggung jawab dan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mampu menghadapi semua tantangan perubahan disekitarnya yang berjalan sangat cepat.

Bahkan sebagai dampak globalisasi, mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia ke wartawanan maupun tenaga kerja. Kondisi tersebut, perlu adanya suatu sistem yang bermutu, yaitu sistem pendidikan yang mampu menyediakan SDM yang dapat bersaing dalam menghadapi persaingan global. Karena itu, pendidikan perlu diarahkan agar mampu menghadapi tantangan zaman secara efektif dengan memanfaatkan kemajuan terknologi,” kata Pimpinan Redaksi Inspirasi Post, Purwadi Ardi, Minggu (15 April 2018)

Menurut UU Pers No. 40 tahun 1999, pada pasal 7 ayat 2, bahwa yang dimaksud dengan Kode etik jurnalistik adalah kode etik yang disepakati organisasi wartawan dan ditetapkan oleh Dewan Pers. Dewan Pers, menurut pasal 15 ayat 1 dan 2 UU Pers, adalah sebuah dewan yang bersifat independen, terdiri dari wartawan, Pimpinan Perusahaan Pers, tokoh masyarakat ahli bidang Pers atau komunikasi, dan bidang lainnya yang dipilih oleh organisasi wartawan, dan organisasi Perusahaan Pers.

Purwadi mengatakan, untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik, agar memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. “Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya.

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)

Lebih lanjut Purwadi mengatakan, menjadi wartawan profesional haruslah mengetahui dan memahami tentang kode etik jurnalistik. Kode etik jurnalistik, adalah himpunan etika profesi kewartawanan yang dibatasi oleh ketentuan hukum. Seperti, Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dan berpegangan pada kode etik jurnalistik.

Tujuannya, agar wartawan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi. Kode etik jurnalistik ini memiliki posisi vital bagi wartawan, untuk melindungi keberadaan wartawan, melindungi masyarakat, mencegah kecurangan, manipulasi informasi dan fungsi lainnya. Memiliki tiga asas, yaitu demokratis, profesionalitas dan supremasi hukum,” jelasnya.

BACA JUGA:  Cegah Aksi Teroris, Mendagri Perintahkan Satpol PP Ikut Jaga Tempat Keramaian

Masih di katakan Purwadi, pengendalian media oleh Pemerintah karena itu dipercaya akan membatasi pilihan informasi yang dapat diakses masyarakat luas. Bila pemerintah diberi kewenangan politik untuk mengontrol media, mereka akan memanfaatkannya untuk mencegah beredarnya informasi yang bertentangan dengan kepentingan mereka.

Tapi terbebas dari kontrol Pemerintah, ternyata tidak dengan sendirinya menyebabkan masyarakat memperoleh keragaman informasi. Sebenarnya, masalah tak akan terlalu rumit kalau saja kita percaya, bahwa independensi jurnalis profesional di sebuah negara terjamin.

Salah satu prinsip penting dari kemerdekaan pers, adalah kemerdekaan wartawan dalam menjalankan profesinya dari campur tangan pemilik. Masalahnya, kondisi ideal semacam itu masih menjadi kemewahan bagi media di negara berkembang, khususnya di Indonesia, terutama industri penyiaran,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam hal ini media berperan menyebarkan dan memperkuat hegemoni dominan untuk membangun dukungan masyarakat dengan cara mempengaruhi dan membentuk alam pikirannya agar mengikuti apa yang dilakukan media.  Media dengan kekusaannya, memperkenalkan, membentuk, dan menanamkan pandangan tertentu kepada publik.

Apa yang diberitakan dalam surat kabar, media inline, radio, televisi dan film dapat direkayasa, sesuai keinginan dan tujuan yang dikehendaki pemilik modal ditambah fakta-fakta pendukung. Hal ini terjadi, juga pada media di beberapa wilayah. Nampaknya terjadi, saya di media berkuasa, maka saya dapat membuat opini publik,” ungkap Purwadi. (Red)