PANCASILA DAN KERAJAAN PAJAJARAN

194

oleh : Wendy Hartono ( Aktivis PRD Jawa Barat )

…………………………………………………
Bung Karno pernah mengatakan bahwa dirinya bukanlah pencipta Pancasila yang ia cetuskan pertama kali pada tanggal 1 juni 1945 didepan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia),untuk dijadikan dasar ideologi negara atau pegangan hidup bangsa Indonesia melainkan sebagai penggali Pancasila yang menjadi catatan sejarah sebagai hari lahirnya Pancasila yang kemudian dimasa pemerintahan Presiden Jokowi dijadikan hari libur nasional melalui Keputusan Presiden (Kepres) yang ditandatangi oleh Presiden Jokowi pada tanggal 1 Juni 2016 kemarin.


Rapat BPUPKI itu secara khusus membahas tentang dasar negara. Selain Sukarno, Supomo dan Mohamad Yamin juga merumuskan dasar-dasar negara. Masing-masing lima poin. Banyak dari poin-poin itu isinya nyaris serupa. Hampir-hampir sama prinsipnya dengan Pancasila yang dikenal negara Indonesia sekarang.


Bung Karno menegaskan bahwa dirinya hanyalah seorang penggali Pancasila dari akar adat dan tradisi peradaban Nusantara yang sudah ada semenjak beberapa abad lampau, menurut Bung Karno Pancasila adalah jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang artinya adalah Gotong – Royong.jika kelima sila tersebut diperas menjadi Trisila yakni Sosio Nasionalisme,Sosio Demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemudian, Trsila tersebut diperas lagi menjadi Ekasila yang artinya Gotong – Royong atau hidup saling tolong – menolong yang menjadi ciri jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, tidak mengenal budaya individualisme, sebuah pemahaman dinamis dimana yang kuat membantu yang lemah untuk kepentingan bersama, bukan yang kuat untuk menindas yang lemah.


Berbicara Pancasila hasil penggalian dari akar adat dan tradisi Nusantara tidak bisa kita lupakan sejarah dan budaya Nusantara yang sangat beragam, akan tetapi memiliki kesamaan tatanan masyarakat yang mengedepankan budaya Gotong – Royong sebagai ciri khusus kepribadian bangsa atau Sosialisme Ala Indonesia yang membedakan Indonesia dengan bangsa – bangsa lain didunia.


Karena, Republik Indonesia didirikan bercorak kerakyatan yang dilaksanakan oleh golongan – golongan masyarakat yang telah menjadi miskin disebabkan Imperialisme dan kolonialisme, menjungkir balikan kekuasaan kapitalisme, melenyapkan sisa – sisa imperialisme, kolonialisme Belanda,feodalisme serta fasisme Jepang, untuk medirikan kekuasaan gotong – royong dan diatasnya dibangun masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.


Mendirikan tatanan masyarakat adil dan makmur untuk menyelesaikan Revolusi Nasional Indonesia harus melibatkan semua golongan masyarakat secara nasional tidak bisa mengandalkan satu golongan saja dengan membangun semangat persatuan nasional, sifatnya demokratis dan kerakyatan kekuasaan tertinggi sepenuhnya ada ditangan rakyat, karena jalannya revolusi di Indonesia berbeda dengan revolusi borjuis di Perancis tahun 1789 atau revolusi proletar di Rusia tahun 1917 yang tujuannya mendirikan kekuasaan kaum kapitalis atau kediktatoran kaum proletar.  

(  Rls / Red )

BACA JUGA:  IMO Indonesia Hadiri HUT KADIN ke 51