Ooohhhh !?!, Dinas Pasar Kota Metro di Duga Bermain Api Pada Pedagang Korban Kebakaran

1159
Surat Sakti yang dikeluarkan oleh Dinas Pasar Sebabkan Keresahan dan timbulkan sisi traumatik pedagang yang hampir Gila.

Kota Metro, Inspirasi Post

Kebakaran yang melanda 20 kios di kawasan pasar chendrawasih beberapa waktu lalu menyisakan duka dan kerugian bagi para pedagang yang terkena musibah tersebut, tetapi ibarat pepatah mengatakan ” sudah jatuh tertimpa tangga dan terjebur selokan ” itulah nasib para pedagang kecil itu.  Belum usai mereka menderita kerugian serta masih di mintai uang retribusi oleh oknum dinas , ini muncul surat edaran yang mengharuskan mereka pergi dari lokasi tempat mereka berdagang.

Dengan No surat XXX / 898 / D XXXX / 2017 yang ditanda tangani oleh LM Hutabarat SH, disitu menginstrusikan kepada para pedagang untuk segera mengosongkan lokasi bekas kebakaran untuk segera pergi karena akan dipakai sebagai akses jalan sebagai upaya penanggulangan kebakaran, ada yang menarik dari surat perintah tersebut adalah mengapa pihak dinas pasar masih mengambil pajak retribusi kepada serta baru setelah terjadi kebakaran mereka sadar bahwa selama ini ada yang salah dalam penyusunan lokasi untuk berdagang dan tidak mempersiapkan secara detail komposisi perencanaan dan pembangunan pasar dari berbai aspek.

Rosalina , salah seorang pedagang saat memberikan keterangan kepada reporter inspirasipost.com menuturkan,

” Ya Ampun Mas , saya ini belum juga bisa mengembalikan modal saya yang hilang akibat kebakaran kemarin, boro boro di beri bantuan solusi permodalan bagi kami , yang ada tiap hari kami masih di beri beban untuk membayar retribusi , ini muncul lagi surat kami harus pergi dari sini , apa salah dan dosa kami , kami sudah lama berdagang disini dan ini pun lapak dapat beli ” sesalnya.

disisi lain , Agung Pradana

, Aktivis Forum Kota ( Forkot ) metro mengaskan,

” Secara aturan hukum boleh kepala dinas mengeluarkan selebaran apapun tetapi ada sisi kemanusiaan yang harus diperhatikan ketika mengeluarkan sebuah kebijakan apalagi keputusan yang mengakibatkan rakyat menjadi lebih tertindas , dan di dalam peraturan perundang undangan ada aturan yang lebih tinggi dari SK yang dia keluarkan dengan dasar hukum perda atau produk hukum lain , yaitu UUD 1945 dan Pancasila itulah hukum tertinggi di negara ini , dalam pasal 34 UUD 45 jelas tertulis orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara , dan didalam Pancasila juga jelas tertulis pada sila Ke 5 yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi seluruh rakyat Indonesia. ” tegasnya.

BACA JUGA:  Distribusi Bantuan Sembako dari Kemenparekraf Kepada Masyarakat Srijaya Terdampak Covid 19

” Disini kita sebagai warga negara yang baik dan apalagi sebagai Aparatur Negara yang baik adalah sebagai pelayan masyarakat bukan memberikan kesan arogan seperti itu , tetapi berikan lah sebuah rasa kemanusiaan dengan memberikan solusi atas musibah yang terjadi dan melakukan kajian terlebih dahulu serta melakukan musyawarah kepada para pedagang untuk mencapai suatu kata sepakat sebagai sebuah solusi yang berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab ”  tambah aktivis muda itu.

Menambahkan ” Jadi jangan bermain api di tengah musibah yang tengah di alami oleh para pedagang kecil , sudah retribusi di minta ini mau di usir juga , itu merupakan tindakan yang terburu buru serta tanpa dasar sisi kemanusiaan dan musyawarah ” Tutupnya.

untuk di ketahui, saat ini kondisi para pedagang yang dikawasan itu merasa resah dengan keluarnya surat yang berasal dari Dinas Pasar tersebut, dikarenakan para pedagang yang mengalami musibah hingga saat ini masih trauma, juga mengalami kerugian belum mendaptkan solusi permodalan untuk menyambung hidup dengan berdagang, ini harus merasakan penderitaan terusir di tanah air sendiri.

Hingga Berita Ini diturunkan LM Hutabarat,SH selaku kadis Pasar Kota Metro sedang tidak ada dikantor ketika reporter Inspirasipost.com ingin mewawancarai terkait terbitnya surat sakti tersebut.

( Yudha )