Oooh Puisi !! Tidak Terima Menghina Islam, Bupati Labuhanbatu Siap Dicopot Dari Ketua DPC PDIP

938
Bupati Labuhanbatu yang juga Ketua DPC PDIP, Pangonal Harahap, SE.MSi  dalam aksi bela Islam bersama Ormas dan masyarakat.

Labuhanbatu, Inspirasi Post – Puisi Sukmawati yang menjadi kontroversi, sampai membuatnya meminta maaf karena dianggap menyinggung umat Islam, mempertentangkan konde dengan cadar. Akibat itu, Bupati Labuhanbatu Hi. Pangonal Harahap sendiri tidak terima dengan puisi yang jelas menghina agama beliau.

Pasalnya, adanya puisi seorang wanita yang konon di ketahui anak seorang pemimpin Republik Indonesia ini, begitu di agungkan oleh rakyat Indonesia, namun melalui puisinya  yang tersebar di medsos jelas menghina syareat islam.Kehadiran

Bupati Labuhanbatu dalam bela islam, di laksanakan dibundaran simpang enam rantauprapat. Dihadalan massa, Pangonal Harahap membuka orasinya di depan masyarakat dan seluruh anggota aksi bela islam “Saya siap dicopot dari PDIP demi membela agama saya,” kata sepenggal orasi H. Pangonal Harahap, SE.MSi. Bupati Labuhanbatu yang juga Ketua DPC PDIP Labuhanbatu dalam aksi bela Islam Ormas Islam di depan Mapolres Labuhanbatu, (6/4/2018) menuntut dilakukan proses hukum terhadap Sukmawati,” ujarnya.

Pangonal turun bermasa warga lainnya, untuk ikut berorasi di depan kantor Kapolres Labuhanbatu untuk mendukung penuh aksi bela islam yang di adakan oleh ormas, OKP, alim ulama juga masyarakat untuk menuntut agar Sukmawati di proses walaupun sudah minta maaf di media sosial untuk umat islam.

Salah satu dari pendemo, Ardian mengatakan, Ini contoh pemimpin yang mengutamakan agama ketimbang partai. Mana komitmen Bupati / Walikota yang lain ? Kalau sudah begini sikap pemimpin tidak ada alasan bagi aparat hukum untuk tidak menangkap Sukmawati yang membuat resah umat islam tentang puisi yang di unggah di medsos.

Dari stetmen yang di lontarkan Bupati, masyarakat memberikan dukungan disertai acungan jempol, kali ini bupati terbuka dukung aksi seperti yang di ucapkan warga bakaran batu Kecamatan rantau selatan Bang andri nasution

BACA JUGA:  Kepala Kampung dan Masyarakat Sri Katon Kabupaten Lampung Tengah 'Bantah' Isu Praktek Pungutan Liar

“Ini baru bupati, kata dia, tidak mementingkan diri pribadi tapi agama saya pribadi bangga ada bupati kayak begini marah kalau agamanya di udik orang lain,” ucap salah seorang yang ikut aksi bela islam,” pungkasnya. (Rls/Red)

Editor: Purwadi