Nasionalisme Kita Pada Titik Nasionalisme ‘ Bantal ‘

135

Oleh : Yohanes Akhwan

………….

Dinamika kehidupan kehidupan berbangsa yang hari ini sedang dihadapi oleh sesama anak bangsa karena kita sudah mencoba mengubah acara pandang tentang nasionalisme kita.

Menurut saya mungkin harus dirakit kembali melalui jalan Musyarawarah diperluas dan Dewan Rakyat Papua Adalah Solusi konkrit penyelesian masalah Papua.

Dari Prefektif Pancasila itu tidak kiri, tidak kanan.

Bagi yang merasa bahwa dibaju putih itu ada noda, ayo sesama anak bangsa kita duduk bangun musyawarah.

Kalau di hati kita ada bintang, maka, ayo tunjukan bahwa bintang itu adalah penunjuk arah dari rasa Kemanusiaan yang beradab dan keadilan tanpa harus berpikir menindas manusia lain.

Kalau dalam hati kita ada biru, melambangkan samudra, mari kita bergerak sebagaimana gelombang menghadirkan ombak secara cerdas dan luas dalam memutuskan setiap tindakan tanpa harus balik melukai hati sesama anak bangsa.

Kalau didalam hati kita ada putih ayo, kita duduk untuk menunjukan bahwa diatas segala-segalanya ada syukur pada Tuhan atas keagungannya yang patut dipuji dan disembah.

Kalau didalam hati kita ada merah, maka mari tunjukan bahwa kita berani berbicara tentang kebenaran diatas segala-galanya sehingga terwujud kemerdekaan adalah hak setiap bangsa.

Saya pikir itu tepat karena paham idiologi liberal tidak harus diadopsi sebagai strategi gerakan hari ini karena kecenderungan kuat akan melahirkan tindakan barbar, tetapi yang haru dibangun adalah, membumikan pancasila sebagai solusi jalan tengah dan pembuktian bahwa Papua adalah Pancasila mengkedepankan Kemanusiaan beradab berkeadilan.

Mari memberitahukan kepada semua orang bahwa, bintang itu dari timur yang diyakini sebagai penunjuk arah dalam kegelapan, maka sampailah pada satu titik” jangan kau salah menilai ku karena mata hari tidak terbit dari barat tetapi dari timur.

BACA JUGA:  Iklan HIPMI " Hari Pahlawan "

“Timur adalah awal peradaban.”