Menuai Pro dan Kontra Pansel Capim KPK ‘Tetap Ngotot’

85

Jakarta- Pro dan kontra atas kinerja Tim pansel capim KPK pasca selesai menyelesaikan seleksi dan filter capim KPK, Akhirnya tetap ‘Ngotot’ menyerahkan nama yang lolos seleksi ke Presiden Joko Widodo untuk kemudian diserahkan ke DPR agar bisa diuji kelayakan dan kepatutan.

“Seperti juga yang kami sudah rencanakan sebelumnya. Pada 2 September kami serahkan 10 nama ke presiden,” kata Ketua pansel Yenti Ganarsih di Istana Merdeka, Senin (2/9/2019) selepas bertemu Presiden. Kepada wartawan, Yenti pun mengumumkan 10 nama yang lolos Hukum Pansel(panitia Seleksi) Umumkan 10 Nama Capim KPK.

Firli Bahuri Lolos  September 2019 Firli Bahuri kembali lolos ke tahap berikutnya dalam seleksi capim KPK, padahal ia sempat punya masalah etik di KPK.

1. Alexander Marwata, komisioner KPK periode 2015-2019;
2. Firli Bahuri, mantan Deputi Penindakan KPK;
3. I Nyoman Wara, auditor BPK;
4. Johanis Tanak, jaksa pada Kejaksaan Agung;
5. Lili Pintauli Siregar, bekas anggota LPSK;
6. Luthfi H. Jayadi, dosen;
7. Nawawi Pomolongo, hakim;
8. Nurul Ghufron, dosen;
9. Robi Arya Brata, PNS pada Sekretariat Kabinet;
10. Sigit Danang Joyo, PNS Kementerian Keuangan.

Jika disetujui DPR, nama-nama tersebut akan diusulkan Presiden Joko Widodo ke DPR dalam waktu paling lama 14 hari ke depan.

Alinda Bukhori, Peneliti MATTA Institute saat dimintai pendapatnya mengatakan,

” ini suatu hal yang sangat tidak ‘masuk akal’ jika calon pimpinan sebuah lembaga negara yang mempunyai arah kerja menjadi garda terdepan menuju good governance ( tata kelola pemerintahan yang baik, red ) tetapi masih bisa kecolongan dalam proses perekrutan serta filterisasi nya , ada yang aneh disini.” Tegas aktivis yang dikenal kritis ini.

Untuk diketahui, kelanjutannya adalah DPR akan menggelar uji kepatutan dan kelayakan untuk memfilter 10 nama itu menjadi 5 orang yang menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

BACA JUGA:  Aktivis Die Jugend ikuti Event Pemuda Peduli Lingkungan Dispora Lampung

( Red / Dha / )