Meningkatkan Ketaqwaan, SMA Negeri 1 Kotagajah Gelar Isra Mi’raj

466
Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd (dua dari kiri, Red) peringati Isra Mi’raj di Masjid sekolah setempat dengan tema “Inti Pokok Perkara adalah Islam dan Tiangnya Adalah Sholat”.

KOTAGAJAH, Inspirasi Post – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) memperingati Isra Mi’raj di Masjid sekolah setempat di hadiri seluruh dewan guru dan peserta didik, dengan tema “Inti Pokok Perkara adalah Islam dan Tiangnya Adalah Sholat”. Pasalnya, kegiatan itu bagian dari program Rohis sebagai  implementasi Visi dan Misi SMA Negeri 1 Kotagajah.

Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd dalam sambutannya mengatakan, saat ini telah berada di bulan Rajab, dimana pada bulan Rojab ini ada satu peristiwa yang tidak boleh dilupakan oleh setiap umat manusia, utamanya adalah umat Islam itu sendiri, karena pada bulan Rajab itu terjadilah peristiwa besar yang pernah dijalankan oleh Rasulullah pada abad-abad yang silam yairu Isro’ Mi’raj, atas kehendak Allah SWT.

Hadir dalam acara Isra Mi’raj, seluruh dewan guru SMA Negeri 1 Kotagajah dan peserta didik.

Menurut arti bahasa Isro’ itu berarti perjalanan di malam hari. Akan tetapi secara syari’iyah isro’ adalah perjalanan malam hari yang dilakukan oleh Rasulullah saw dari Masjidil Haram (di Mekkah) menuju ke Baitul Maqdis (di palestina) yang penuh mengandung rahasia dan keajaiban. Peringatan Isra Mi’raj ini tentunya harus dijadikan moment sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan berbagai nikmat kepada kita, serta yang paling utama adalah bahwa sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW harus dijadikan suri tauladan bagi kita semua,” kata Dasio Priambodo, Senin (30/04/2018).

Lebih lanjut Dasio mengatakan, melalui momentum ini pula, hendaknya kita manfaatkan untuk tetap istiqomah, mengikat diri terhadap ajaran Islam yang utuh, menyempurnakan ahlak dengan menjabarkan, menterjemahkan, merespon pesan dan nilai Islam kedalam seluruh aspek kehidupan, sehingga kita tidak terjebak pada acara seremonial terus berulang tanpa berimplikasi terhadap terjadinya perubahan fundamental dalam kehidupan kita ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA:  Jika Ada Oknum Aparat Terlibat Pungli, Sikat Semuanya

Tausiah dari Isra dan Mi’raj perjalanan Nabi Muhammad SAW oleh ALLH SWT sebagai bentuk kecintaan Allah terhadap Nabi dalam waktu yang sangat singkat kurang lebih hanya seperempat malam saja, perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW dari masjid Haram yang ada di kota Makah ke masjid Aqsa yang ada di palestina yang berjarak beribu-ribu kilo meter di tambah dengan perjalanan Mi’raj, yaitu di angkatnya nabi dari bumi tepatnya dari masjid Aqsa ke langit ke tujuh sampai sidrotulmuntaha hanya di tempuh beberapa jam saja,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd saat berikan sambutan dalam acara Isra Mi’raj di Masjid sekolah setempat.

Begitu pula dengan kejadian Isra Mi’raj yang tidak lepas dengan sebuah cahaya atau lebih, tepatnya ada empat sumber cahaya yang menyebabkan kejadian itu sangat singkat dan cepat. Berikut empat sumber cahaya tersebut, yakni adanya ALLAH SWT dzat yang memiliki cahaya, adanya malaikat yang di ciptakan dari cahaya, adanya Nabi Muhammad yang wajahnya bagaikan cahaya dan adanya Buraq yaitu kendaraan yang di pakai oleh nabi Muhammad SAW pada waku Isra Mi’raj pada jidatnya di tulis nama Muhammad yang mengandung cahaya ke Nabian.

Namun yang lebih penting bagi kita semua selaku umatnya, adalah membenarkan dan mengimankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj yang di alami oleh Nabi Muhammad SAW itu benar adanya dan sudah menjadi suatu kepastian dari Allah SWT bagi hambanya. Jika Allah sudah berkehendak siapapun tidak bisa menolak.

Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an Al-Isro’ ayat 1: Artinya, yaitu “Maha suci Tuhan yang telah memperjalankan hamba-Nya (yakni Nabi Muhammad) pada malam hari, dari masjidil Haram sampai masjidil Aqso, yang kami berkati di sekitarnya, supaya kami perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami kepadanya. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat”.

BACA JUGA:  Pakar SNCI menanggapi kemarahan Presiden Jokowi, dalam rapat kabinet

Sedangkan Mi’raj menurut arti bahasa, yaitu jenjang naik. Akan tetapi yang dimaksud, yaitu naiknya Rasulullah saw dari Masjidil Aqso di Baitul Maqdis, dengan menempuh angkasa luar, sehingga akhirnya sampai ke suatu tempat yang paling tinggi bernama Sidratul Muntaha, suatu tempat yang tidak mungkin di capai oleh manusia dengan kemajuan teknologi yang bagaimana pun canggihnya kecuali oleh Nabi Muhammad SAW. Disitulah Rasulullah SAW menerima langsung dari Allah SWT tentang solat lima waktu, yang harus dikerjakan olehnya dan seluruh umatnya,” jelasnya.

Tujuan pokok dari di Isro’ Mi’raj kan Nabi Muhammad saw ini, adalah dalam rangka member kekuatan batin bagi Nabi Muhammad saw terhadap musibah atau cobaan serta siksaan yang datangnya dari para musuh-musuh Islam sejak sepeninggal Abu Thalib, Abdul Muthalib dan istri tersayangnya Siti Khodijah, dalam memperjuangkan cita-cita luhur, mengajak seluruh umat manusia untuk beriman kepada Allah SWT di dalam naungan Islam.

Dengan peristiwa-peristiwa Is’ra Mi’raj ini, maka yang terpenting bagi kita untuk mengambil hikmahnya, yaitu kita mempertebal dan memperkuat keimanan serta ketaqwaan kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad SAW. Disamping itu, kita harus menjalankan perintah Allah yaitu solat lima waktu,” tutup Dasio. (Ipung)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)