Matta Institute: Transparansi dalam Perekrutan Tenaga Honorer RSUD, A Yani, di Ragukan , Sistem CAT Bukan Jaminan

410
Yudha Saputra , Aktivis Matta Institute

 kota metro, Inspirasi Post

Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam organisasi MATTA Institute akan meminta klarifikasi terkait beberapa hal terkait perekrutan tenaga Honorer RSUD Ahmad Yani yang disinyalir masih terjadi praktek pengkondisian, ada kejanggalan dalam sistem CAT yang dipakai pada saat perekrutan tersebut tersebut terlihat dari berbagai sisi di antaranya adalah jadwal pengumuman hasil peserta yang dinilai terlalau lama dari konsep CAT yang mampu menentukan siapa peserta dengan nilai tertinggi dalam hitungan jam, apalagi jumlah peserta yang tersisa setelah seleksi berkas hanya dikisaran dua ratusan tetapi mengapa mengapa ini bisa satu minggu lebih.

YUdha Saputra , direktur eksekutiv Matta Institute saat di wawancarai oleh reporter Inspirasi Post mengatakan ,

” Banyak sekali kejanggalan yang terlihat dari mulai jadwak yang berubah padasaat hasil seleksi berkas yang terkesan di ulur , setelah itu hasil pengumuman tes dengan metoda CAT, jika memakai konsep CAT tidak perlu waktu lama yntuk mengetahui siapa dan berapa rangking dari peserta, tetapi ini ,makan waktu lebihdari seminggu, ada apa ini ” tegasnya.

Untuk di ketahui sistem Computer Assisted Test atau kerap disebut CAT merupakan suatu sistem aplikasi yang mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya, sistem ini sering dipakai pada saat penerimaan CPNS dan instansi maupun perusahaan milik daerah.

” Sistem CAT merupakan sebuah terobosan dalam mewujudkan proses dan hasil suatu seleksi yang transparan serta akutabel, Tetapi tetap itu hanya merupakan suatu sistem tetap ada celah untuk terjadinya suatu kejahatan yang tersistematis maka kami memonitoring dan melakukan pengawalan,” urai aktivis muda ini.

” Harusnya pihak panitia melakukan sosialisasi tentang kecanggihan sistem CAT itu kepada peserta terlebih dahulu agar tidak terjadi human error yang ditimbulkan dari kurang nya informasi atau pengetahuan tentang sistem CAT ini, dan bank data atau soal dan jawaban  yang akan menjadi bahan ujian tersebut apakah benar-benar tidak bocor dan sesuai dengan tahapan tersebut karena aplikasi ini hanya kerap dipakai pada penerimaan CPNS,  serta beberapa kelebihan dan kekurangan yang lain lain ” tegasnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi: Andalkan Donasi, Anggaran Tiap Bank Wakaf Rp. 8 Miliar

Devita, Salah sorang peserta saat di mintai keterangan oleh inspirasipost.com, membeberkan.

” Saya seudah belajar materi tentang kesehatan dan keperawatan serta yang ada di dalam petunjuk , tetapi apa yang keluar tidak sesuai , masak ada salah satu soal yang berkaitan dengan undang undang dan materi lain yang jauh dari apa lowongan pekerjaaan yang akan saya ambil , ” ujarnya kesal.

Mahasiswi yang pada saat mendaftar ikut dalam formasi keperawatan ini sebenarnya tengah melangsungkan jenjang pendidikan strata1 , ” materi soal jauh dari apa yang panitia gambarkan , bahkan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi CAT itu saja saat di lokasi diberi tahu ”

Berdasarkan pantauan inspirasipost.com , pada saat ujian yang berlokasi di sekolah menengah kejuruan 3 di bilangan kampus , terlihat beberapa monitor yantg dapat langsung memantau peringkat dan nama peserta yang mempunyai nilai , jadi adayang janggal ketika panitia baru mengumumkan seminggu lebih pasca  ujian itu berlangsung, kenapa tidak lanngsung hari itu saja bisa.

terpisah, Matta institute akan melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan data rekapitulasi awal hasil ujian CATitu berlangsung sebagai salah sample analisis dan kajian ada atau tidak nya wan prestasi yang dilakukan panitia , Serta mengumpulkan bahan,  keterangan dan data terkait proses penerimaan honorer di RSUD Ahmad Yani Kota Metro. ( Pung )