MATTA Institute ‘Tegaskan’ Era Arinal – Nuniek Jangan Jadikan Pembangunan Kota Baru II ‘ Jadi Arena Bancakan Anggaran “

387
Agus Fatoni , Peneliti MATTA Institute ( Masyarakat Transparansi Institute )

Lampung – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang akan ‘Kembali’ merumuskan konsep pembangunan Kota Baru di Lampung Selatan, Menuai Pro dan Kontra. Salah satunya datang dari Para Aktivis yang tergabung dalam MATTA Institute , meminta secara tegas kepada Pemerintahan Era Arinal dan Nuniek untuk tidak ‘Memboroskan Anggaran Negara’ pada Mega Proyek yang sebelumnya pernah dianggap ‘gagal’.

Sebelumnya Pemerintah Propinsi Lampung melalui, Meydianra Eka Putra membeberkan akan kembali membangun ‘ Mimpi’ konsep pembangunan Kota Baru, dengan syarat diselaraskan dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.

Pemprov Lampung memiliki dana sekitar Rp800 juta untuk merancang masterplan pembangunan Kota Baru.

“Dananya sudah ada, lengkap dengan masterplan dan kontur agar jangan sampai kebanjiran dan sebagainya. Ketika masterplan ini lengkap.” Urai dia.

Untuk diketahui, beberapa infrastruktur akan dibangun lanjutnya, Kota Baru saat ini sudah memiliki gardu induk listrik. Sedangkan kondisi jalan yang telah dibangun beberapa waktu lalu kini mengalami rusak di beberapa titik.

Sementara penolakan datang dari Sejumlah aktivis penggiat anti korupsi dan Transparansi Publik ‘ MATTA Institute’ melalui , Agus Fatoni, Peneliti Muda organisasi tersebut mengatakan, Saat ini kondisi keuangan pemerintah seperti kita ketahui bersama sedang mengalami defisit yang jumlah nya tak sedikit, dan plan pembangunan Kota Baru yang sebelumnya dikerjakan pada era Gubernur ,Szahroedin dianggap gagal dan bangunan serta fasilitas nya pun malah terlihat ‘ Mangkrak’.

” Jangan kembali bermimpi , coba dicek dan mana skala prioritas tata kelola keuangan yang lebih pantas lagi dana atau anggaran itu dipergunakan, jangan memboroskan anggaran negara .” Urai aktivis muda ini.

( Red / Dha )

BACA JUGA:  Hadapi Pilkada Serentak, Presiden Jokowi: Setelah Coblos Kita Harus Rukun Kembali