Matta Institute ‘Pertanyakan’ Aset Bersejarah Peninggalan Masjid Taqwa Yang Diduga ‘Raib’

268
Kota Metro – Pemugaran masjid taqwa kota metro sejak awal telah ‘Menuai’ Pro dan kontra, baik dari sisi pembangunan ataupun keberadaan aset bersejarah yang diduga ‘Raib’.
 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) beberapa tahun silam, sebenarnya telah memberikan ultimatum kepada Pemkot Metro yaitu harus bisa bekerja sama dengan masyarakat semua kalangan untuk bersama-sama membangun Kota Metro. Selain itu, kontraktor juga harus benar-benar melakukan pekerjaannya dengan profesional. mengingat rehab yang dilakukan adalah rumah ibadah. “Itu kan rumah ibadah. Jadi harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” pungkas Shantory.
Anggota Komisi III lainnya, Hendra Djais, mengatakan, instansi terkait seharusnya mengajak DPRD Kota Metro untuk melakukan pemantauan atas semua pembangunan yang ada di Kota Metro ini.
Menurut Hendra, hal ini mengingat sejauh ini pembangunan yang dilakukan banyak menuai masalah lantaran lemahnya perencanaan dinas terkait dan tidak adanya etikat baik dari dinas/satker yang ada untuk bersama-sama mengawasi pembangunan yang ada. “Kami belum ada informasi terkait sudah atau belumnya rehab Masjid Taqwa itu. karena dari dinas terkait belum ada informasi apapun,” pungkas Hendra, seperti dilansir dari bandarlampungnews.com, tahun 2013.
Disisi Lain, Yoga Aridiskara peneliti muda Matta Institute saat dimintai pendapatnya mengatakan, Masjid taqwa tak hanya tempat beribadah umat muslim , itu merupakan salah satu cagar budaya yang banyak menyimpan sejarah bagi perkembangan Kota Metro, Harusnya aset yang ada bisa dikumpulkan dan dijadikan satu menjadi sebuah museum mini yang mana bisa tergali nilai nilai sejarah disitu, mengapa hingga kini bisa ‘Raib’ serta tak ada juntrung yang jelas.
” Masjid taqwa tak hanya merupakan tempat beribadah tetapi merupakan bangunan cagar budaya, aset yang di dalamnya pun mempunyai nilai sejarah yang tinggi, dalam temuan BPK RI pada tahun itu pun telah dijelaskan , mengapa hingga kini tak dikumpulkan dan dilestarikan dengan membuat suatu museum mini, ini sangat penting bagi pengerahuan anak bangsa seperti kami .” tegas aktivis muda yang tengah mengambil study lanjutan di ibukota.
( Redaksi )
BACA JUGA:  DPW IMO Indonesia 'Tegaskan' Pemilihan Duta Anti Hoaxs Propinsi Lampung Mundur Ke 2020