Masyarakat Penambang Yang Tergabung Aliansi Masyarakat dan Penambang PIP Belinyu (AMPIPB) Gelar Demo Di Kantor DPRD Babel

369

Bangka Belitung (Pangkalpinang) – Saat ini perekonomian masyarakat kita dalam kondisi sulit dan menurutnya pendapatannya salah satu dikarenakan wabah covid -19 yang terjadi di seluruh dunia, tak terkecuali juga dialami masyarakat di Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung (Provinsi Kep Babel). Dan tak dipungkiri masyarakat Bangka Belitung saat ini hampir mengandalkan aktifitas pertambangan rakyat sebagai tempat mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, seperti halnya dengan masyarakat Babel di wilayah Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kep Babel. 

Dilatarbelakangi seringnya dilakukan penertiban oleh pihak aparat penegak hukum (APH) Babel terhadap masyarakat penambangan lantaran menambang tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan.

Masyarakat penambang rakyat yang menamai dirinya dari  Aliansi Masyarakat dan Penambang PIP Belinyu (AMPIPB)  berencana akan menggelar aksi damai di Gedung Kantor DPRD Provinsi Kep.Bangka Belitung besok, Selasa pagi (27/04/202).

Diketahui, masyarakat Belinyu yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Penambang PIP  yang kesehariannya bekerja di ponton isap produksi (PIP) di Belinyu dan sekitarnya berencana menyampaikan aspirasi mereka dihadapan para wakil rakyat di DPRD Provinsi Babel.

Seperti yang disampaikan dalam surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Polda Kep Babel, rencana aksi damai AMPIPB dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, dengan jumlah masa 500 orang dengan koordinator aksi Hendy Apriansyah,

Dihubungi melalui sambungan telpon selulernya Senin malam 26/04/2021 koordinator aksi damai tersebut mengungkapkan apa yang jadi keinginan masyarakat penambang PIP di belinyu, apalagi menjelang lebaran idul Fitri 1442 H yang tinggal hitungan hari.

” Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi masyarakat penambang PIP Belinyu agar para penambang tersebut dapat diberikan kesempatan untuk bekerja agar bisa menafkahi keluarga mereka apalagi mendekati lebaran Idul Fitri ini, dan mengharapkan ada kebijakan dari Bapak Gubernur , Bapak Kapolda dan Aparat Penegak Hukum lainnya menimbang mayoritas masyarakat penambang itu adalah muslim dan mendekati lebaran ” ungkapnya.

Menurut Hendry aksi damai mereka semata-mata meminta kebijakan kepada wakil rakyat di DPRD dan Gubernur Babel Erzaldi agar permintaan masyarakat penambang juga dapat menjadi pertimbangan untuk  dikabulkan beraktifitasnya  penambangan rakyat khususnya di wilayah Belinyu dan sekitarnya dengan sedikit melonggarkan  norma hukum dan aturan yang ada. (Red-Rik)

BACA JUGA:  Perda Pemekaran Kecamatan Baru di Wilayah Belinyu dan Riau Silip Segera Mendapatkan Noreg