Masyarakat Korban Gempa ‘Tuntut’ Bupati di Sumbawa

253

Sumbawa- Masyarakat korban gempa Desa Labuhan Mapin Kabupaten Sumbawa, Nusatenggara Barat, berencana melakukan aksi demo pada Kamis 12 September 2019 nanti, dengan ‘Longmarch’ sejauh 2 KM menuju Kantor Camat Alas Barat. Hal tersebut sesuai rapat forum warga yang menuntut Pemerintah Setempat atas beberapa kejanggalan dalam Anggaran ‘Bantuan’ korban Gempa beberapa waktu yang lalu.

Burhanudin, nama samaran saat dimintai keterangan oleh Inspirasi Post mengatakan, Ini ada 4 tuntutan yang akan disampaikan yaitu,

1. Segera realisasikan bantuan korban gempa dari SK 7 sampai 12
2. Proses Pencairanyang tidak sesuai Juklak dan Juknis, agar dikembalikan sesuai ketentuannya, yaitu Dana Gempa, “ Tidak Boleh Langsung Ditransfer Kerekening Aplikator.
3. Meminta kejelasan status Jaminan Hidup (JaDup) melalui Dinas Sosial yang sampai saat ini belum diberikan, sementara masyarakat sudah berkali kali dijanjikan dan telah mengumpulkan foto kopi KTP dan KK berkali kali untuk hal tersebut
4. Terbengkelainya 64 rumah warga yang memilih rumah Risa, belum juga selesai sampai saat ini, sementara Dana Sudah Dicairkan.

Hal paling Aneh dalam proses Pencairan dana Korban Gempa ini ialah bahwa Korban Gempa tidak menerima Bukti atau Nota Belanja, sehingga mereka masyarakat tidak pernah tau nilai belanja mereka dari bantuan yang mereka terima, menurut keterangan salah seorang warga kepada awak media, hal terjadi karena adanya dugaan Permainan antara Aplikator dan Ketua Pokmas sehingga mereka masyarakat sama sekali tidak diberikan ruang untuk menerima Bukti tersebut.

Aksi damai ini akan meminta Bupati Sumbawa, BPBD, Dinas Sosial, untuk hadir di Kecamatan Alas Barat, karena masyarakat ingin mendengar langsung janji Bupati Djibril, untuk merealisasikan tuntutan masyarakat, tidak hanya janji jani.

BACA JUGA:  Sambut Perpres Nomor 2/2018, Menperin: Pengembangan Industri ke Depan Punya Arah Jelas

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Inspirasi Post, Bupati melalui Camat Alas Barat memerintahkan aparatur nya agar masyarakat tetap tenang begitu mengetahui akan ada nya ‘ Aksi Massa ‘ tersebut, tetapi masyarakat tetap akan melaksanakan kegiatan itu jika semua permintaan atau tuntutan dipenuhi.

( Red / Dha / Nsr )