Mantap !?! Ketua HIPMI Metro Dukung “Problem Solving” Pedagang Kota

537
Diskusi santai (HIMPI, P2UP, Matta Institute) di Elfintha Kafe, Jumat (19/10)

Kota Metro, Inspirasi Post-Guruh Adi Saputra, Ketua  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendukung penuh upaya penyelesaian sengketa yang melibatkan pedagang taman merdeka dengan pemerintah kota metro/DPRD. Dukungan tersebut ia sampaikan dalam diskusi bersama perwakilan matta institute, ketua P2UP (Budi Hartono)  dan redaksi inspirasi post di kafe elfintha, Jumat (19/10)

Saya mendukung penuh upaya penyelesaian masalah pedagang taman kota, sebagai ketua HIPMI, mereka (pedagang) merupakan pengusaha-pengusaha mikro yang punya potensi untuk menjadi pengusaha besar, oleh karena itu harus ada  kejelasan sikap pemerintah terkait masalah ini,” ungkapnya.

Guruh Adi Saputra (Ketua HIPMI Metro)

Dirinya menjelaskan, dirinya menyatakan tidak memihak kepada kedua belah pihak (pedagang dan pemerintah), menurutnya, harus ada solusi yang bisa menguntungkan semua  pihak.

Win-win solusi, saya tidak setuju dengan cara pemerintah merelokasi tempat dagang tanpa mempertimbangkan hal-hal menyangkut nasib pedagang di tempat baru, tetapi saya juga tidak sepakat dengan cara berdagang yang jauh dari etika dan semrawut, mengganggu kenyamanan kota,” ungkapnya. “Pemerintah harus bijak dalam mengatur, warga harus teredukasi,” tambahnya.

Sebagai pengusaha muda yang sudah berpengalaman di HIPMI, dirinya bersedia memberikan edukasi kepada pedagang  taman merdeka, “Saya  siap membantu, saya berharap mereka (pedagang) semakin paham tentang cara berdagang yang baik, apalagi memasuki era industri 4.0, kebutuhan akan kreatifitas dan media  digital semakin urgen,” ujarnya.

Guruh mencontohkan tempat dagang  yang kreatif seperti di bandung, desain lapak warna-wani dan kreatif, serta penataan yang tepat dan rapi. Dirinya menunjukan beberapa contoh foto usaha kreatif pada Budi (Ketua P2UP), “Kalau desain dan penataannya  seperti ini (foto) saya yakin akan sangat layak jika bertempat di taman kota,   berjualannya pakai jam, kalau perlu berseragam” ungkapnya. Mendengar pemaparan Guruh, Budi menyambut gembira usulan tersebut.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia

Menurut Guruh, pendapatan kota  metro selama ini sangat bergantung pada pajak non-produktif seperti parkir, “Di Kota Metro hampir tidak ada pabrik, produktivitasnya sangan minim, usaha sekecil apapun akan sangat kami support, terutama ekonomi kerakyatan yang sudah seharusnya ikut andil dalam mengentaskan kemiskinan kota,” ujarnya.

Di sisi lain, ketua  matta institut Edi Jatmiko, SE mengatakan,

Edi Jatmiko (Pimpinan Matta Institute)

“Sudah selayaknya problematika kota kita pecahkan bersama-sama,kedatangan Bung Guruh (GAS) yang juga ketua HIPMI Kota Metro yang turut serta memberikan gagasan dan dukungan kepada pedagang kecil yang tergabung dalam P2UP merupakan bukti konsistensi dan  dukungan untuk bersama memecahkan dan mencari solusi yang terbaik,” tutup aktivis muda yang sedang melanjutka program magisternya.

(Tomi Nurrohman/red)