Mantap ?!?,  fully funded Akan Menjadi Basis Skema Dana Pensiun ASN

301
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara

Jakarta,Inspirasi Post-

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB),

Asman Abnur mengatakan,saat di wawancarai oleh wartawan di gedung kementerian , rabu lalu.

” Iuran pensiun berasal dari dua belah pihak yakni PNS dan pemerintah sebagai pihak pemberi kerja”.

” perubahan skema dana pensiun yang sedang disiapkan pemerintah bertujuan untuk menyejahterakan PNS di masa tuanya. Pemerintah mempertimbangkan iuran pensiun ditingkatkan menjadi sebesar 10-15% dari besaran gaji PNS setiap bulan, yang ditanggung renteng antara pemerintah dan PNS”. ujarnya.

“Nanti manfaat yang diperoleh dari semua dana yang dikelola dikembalikan ke PNS,” 

Namun, dana pensiun dengan skema Pay As You Go tersebut tak bisa menutupi besaran dana pensiun ASN yang besarnya 75% dari gaji pokok. Alhasil, pemerintah harus melakukan subsidi yang lantas membebani APBN.

Asman Abnur menambahkan,

“Pemerintah menganggarkan dari APBN untuk bayar pensiun tiap tahunnya”.

Nilai pensiun yang diterima dengan skema tersebut pun membuat tunjangan PNS rendah dan tak sesuai kebutuhan. Asman mencontohkan, pejabat ASN dengan tingkatan eselon I ketika masih bekerja memiliki pendapatan sebesar Rp 40 juta per bulan dan berbagai tunjangan. Ketika pensiun, PNS bersangkutan hanya menerima tunjangan sebesar Rp 4 juta.

BACA JUGA:  Ratusan Rumah Di Tulang Bawang Dan Unit Dua 'Remuk' Dihajar Puting Beliung

“Itu terlalu drastis, untuk hidup di Jakarta tak cukup itu. Makanya nanti kami akan coba agar pensiun yang diterima hidup layak, Perubahan skema dana pensiun ini akan dituangkan dalam rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). Rencananya RPP tersebut akan diselesaikan dalam tahun ini.

“Kami harapkan sudah kelar tahun ini. Jadi untuk PNS yang baru sudah diberlakukan model pensiun yang baru, ASN yang telah bekerja sebelum aturan ini diberlakukan akan menerapkan dua skema dana pensiun”.

“Misalnya ada yang 10 tahun lagi baru pensiun, itu nanti dihitung dapat dua metode. Nanti ada cut off,” menutup wawancara dengan wartawan di gedung kementerian.

( Adhi Nughroho/Dbs/red/ Yudha Saputra )