Mantap !! Cagub Mustafa Bakal Bebas dan Ikut Kampanye Pilkada

6538

BANDAR LAMPUNG, Inspirasi Post – Calon Gubernur (Cagub) Lampung, Mustafa bakal bebas dari tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, tim kuasa hukumnya mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan izin kampanye kliennya. Sesuai dengan peraturan penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta UU Nomor 10 Tahun 2016, UU Nomor 1 tahun 2015, dan 2014.

Tim kuasa hukum Sofyan Sitepu mengatakan, pada hari ini, Kamis (22/2/2018) kami mengajukan permohonan izin kepada KPK untuk penangguhan penahanan dan izin mengikuti kampanye sesuai jadwal yang dikeluarkan KPU. Pihaknya berharap, KPK dapat bebaskan Mustafa, sabab kliennya telah kooperatif memudahkan KPK melakukan penyelidikan perkara,” kata Sofyan Sitepu kepada Inspirasi Post kemarin.

Dikatakan Sofyan, dalam aturan UU Nomor 10 Tahun 2016, UU Nomor 1 tahun 2015, dan 2014 disebutkan, semua pasangan calon tidak menghilangi dan tidak menghalangi hak politiknya serta tetap mempunyai hak kampanye dari tahapan pilkada. Sementara itu, jadwal kampanye pasangan calon kepala daerah ditetapkan berlangsung sejak 15 Februari sampai 23 Juni 2018,” pungkasnya.

Wahrul Fauzi Silalahi & Sopian Sitepu , Kuasa Hukum Mustafa saat memberikan keterangan Pers.

Sementara itu, Badan Hukum (Bahu) Nasdem Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan, pihaknya
sudah meminta surat permohonan kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yang tujuannya sebagai bahan pengajuan penangguhan tahanan Kakak Mustafa. Sesuai dengan Keputusan KPU Provinsi Lampung Nomor: 70/HK.03.2-Kpt/18/Provl II/2018, tentang penetapan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada pemilihan Gubernur Lampung Tahun 2018.

“Oleh karena itu, rencananya tim kampanye dan penasihat hukum akan berangkat ke Jakarta pada hari ini, Kamis (22/2/2018) untuk memberikan surat pengajuan penangguhan tahanan terhadap Mustafa, kepada tim penyidik dan pimpinan KPK,” tutupnya.

(Editor: Purwadi/Red)

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)
BACA JUGA:  Soal Kritik ke Pemerintah, Seskab: Itu Jadi Obat Kuat, Pemerintah Tidak Terganggu