Mahasiswa IAIN Kota Metro , Dobrak Dugaan ” Intimidasi dan Korupsi Kebijakan ” di Lingkungan Kampus, Meski Sempat ADA Larangan

884
Sms kepada mahasiswa - mahasiswi yang meminta jangan ada Demo di duga dikirim oleh Oknum Rektorat.

Kota Metro, Inspirasi Post- Sejumlah Mahasiswa – mahasiswi kampus IAIN Kota Metro melakukan aksi unjuk rasa di halaman Rektorat dan beberapa titik aksi yang telah menjadi schedule ” Aliansi Solidaritas Mahasiswa ” yang secara terang – terangan mendobrak praktek kotor tirani kekuasaan yang coba di mainkan oleh oknum wakil rektor III yang diduga melakukan Intimidasi , serta membuat aturan tanpa landasan Undang – Undang yang jelas kepada para Mahasiswa – Mahasiswi penerima ” Beasiswa Bidik Misi ” dengan melakukan trip perjalanan dengan modus  program ” Student Mobility Program (SMP)”, Senin (2/04) Pukul 11.00 WIB.

Yuki Akbar, Mahasiswa IAIN Kota Metro saat diwawancarai secara khusus oleh Inspirasi Post, 04 / 03 / 2018, mengatakan.

” Di era Transparansi dan Kebebasan Informasi Publik seperti saat ini seperti tertuang dalam Undang – Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik , sudah seharusnya pihak rektorat mampu memberikan secara detail program- program kemahasiswaan secara detail , masiv dan terukur kepada kami ” urainya.

Yuki Akbar , Mahasiswa IAIN Kota Metro

” Jangan lagi ada praktek kotor seperti itu, yaitu melakukan intimidasi apalagi sampai membuat progres program tanpa landasan hukum yang jelas , dengan sumber dana berasal dari Anggaran Negara , itu sangat tidak mendidik , harus ada penyelesaiaan yang jelas dan tanggung jawab kepada kami para Mahasiswa dan Mahasiswi di IAIN ini ” tegas nya.

disisi lain,Wakil Rektor III IAIN Kota Metro, Ida Umami , saat menjelaskan kepada Mahasiswa dan Mahasiswi yang melakukan Unjuk Rasa , 03 / 03 / 2018,

” SMP adalah sebagai pengganti program kursus bahasa inggris mahasiswa bidikmisi ke Pare Jawa Timur, untuk  angkatan 2014 yang sudah dilakukan dua kali dan untuk angkatan 2015 baru satu kali dilaksanakan. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap efektifitas kegiatan ke Pare tersebut ” urainya.

BACA JUGA:  Koalisi Masyarakat Sipil, "Soroti Kekerasan " pada Aksi Mei Berdarah

Untuk angkatan 2015 cukup sekali saja dan kegiatan ke Pare yang kedua diganti dengan ke luar negeri menuju tiga negara yang biayanya berimbang.

“Bedanya hanya diluar dan didalam negeri. Untuk dana bisa ditanyakan kepada Ketua Ikatan Keluar Besar Mahasiswa Bidikmisi (Ikabim), dia yang mengurus langsung, sedangkan terkait dana untuk dosen pendamping berasal dari kampus,” ujar Ida berkelit.

( seperti dilansir dari laman ” Kronika ” media kampus IAIN Kota Metro )

Seperti diketahui, para Mahasiswa – Mahasiswi IAIN Kota Metro , merasa ada kejanggalan dalam program SMP “ Student Mobility Program “, yang dinilai ada unsur – unsur yang tidak manusiawi seperti Intimidasi kepada para Mahasiswa – Mahasiswi penerima beasiswa Bidik Misi untuk mengikuti program tersebut dengan memaksa dan ujaran yang mengarah pada diskriminativ bagi yang tidak mau ikut , serta dugaan Wan Prestasi atas jabatan yang dengan semena – mena membuat program tanpa dasar atau landasan hukum yang jelas , karena para penerima beasiswa Bidik Misi mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu serta berprestasi di Kampus nya . Beasiswa Bidik Misi sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 153 Tahun 2017 yang diatur di petunjuk teknis tersebut penggunaaan Anggaran Negara secara jelas dan gamblang ada di dalam aturan tersebut, tentunya para pendidik harus menggunakan Aturan Juknis tersebut untuk membuat Skala Prioritas Program menggunankan Anggaran Negara melalui program ” Beasiswa Bidik Misi ” tersebut.

Aksi Demonstrasi Mendobrak Dugaan Kejahatan Tersistematis yaitu Intimidasi dan Wan Prestasi yang dilakukan oleh oknum Rektorat terhadap Mahasiswa – Mahasiswi di IAIN Kota Metro, Senen 03/03/2018.

( Rls / Red / Yudha Saputra )