Luar Biasa!! Siswa SMAN 1 Metro Kembali Ukir Prestasi Internasional Bidang Sains Kimia dan Fisika

904
Dewan guru foto bersama Rizki Kurniawan (tiga dari kiri, red) siswa SMAN 1 Metro yang telah turut mengharumkan nama Kota Metro di kancah internasional di bidang Sains Kimia dan Fisika.

METRO, Inspirasi Post – Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Metro kembali mengukir prestasi juara 3 pada olimpiade sains internasional bidang Kimia dan Fisika. Pasalnya, even International Chemistry Olympiade (ICO) yang berlangsung 19-29 Juli 2018 di Rudolfinum, Praha, Republik Ceko.

Kepala SMAN 1 Metro Dra. Hj. Purwaningsih mengaku sangat bangga terhadap prestasi yang diraih siswanya, yakni   Rizki Kurniawan yang telah turut mengharumkan nama Kota Metro di kancah internasional. “Sangat menggembirakan, karena siswa ini mampu menjadi yang terbaik. Mereka telah mengharumkan nama SMAN 1 Metro,” kata Purwaningsih kepada Inspirasi Post, Selasa (1/8/2018) di selah kegiatannya.

Purwaningsih menambahkan, pihak sekolah merasa bangga atas prestasi yang diraih para siswa yang merupakan hasil seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten atau kota, provinsi hingga tingkat nasional yakni ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Menurunya, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik, setiap siswa yang berprestasi dalam ajang internasional akan mendapatkan penghargaan berupa beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” jelas Purwaningsih.

Data yang di himpun Inspirasi Post, medali emas diraih Ivan Wijaya dari SMA Kristen YSKI, Semarang, medali perak Abdullah Muqaddam dan MAN Insan Cendekia Serpong, Banten. Medali perunggu diraih Rizki Kurniawan dari SMAN 1 Kota Metro, Lampung dan Syaiful Islam SMA Cindera Mata Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kompetisi ini diikuti 80 negara dari seluruh dunia, dan merupakan penyelenggaraan olimpiade kimia yang ke-50. Tahun lalu, pada IChO ke 49 di Nakhon Pathom, Thailand, Indonesia meraih 1 medali emas dan 3 medali perak.

Para siswa berprestasi pada olimpiade sains internasional bidang Kimia dan Fisika yang berlangsung 19-29 Juli 2018 di Rudolfinum, Praha, Republik Ceko.

Saat menyambut tim ICho di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Purwadi mengatakan, setiap siswa diuji kemampuan dalam bidang teori dan keterampilan praktek di laboratorium. “Prestasi ini merupakan kado ulang tahun hari kemerdekaan dan membanggakan kita semua. Bahwa para pelajar kita tidak kalah dengan negara maju, ” kata Purwadi pada kesempatan tersebut.

BACA JUGA:  Sekretaris Kabinet Bicara Soal Diplomasi Kopi Presiden Jokowi

Menurutnya, para juara akan mendapat beasiswa bagi peraih emas akan mendapat beasiswa hingga S3, peraih perak beasiswa S2 dan peraih perunggu beasiswa S1 dalam negeri. “Prestasi ini mesti menjadi budaya tradisi sains kita yang kita kembangkan terus menerus sekaligus memupuk semangat nasionalisme kebangsaan kita di even internasional,” ujarnya.

Sementara itu, ketua delegasi Indonesia bidang Fisika Syamsu Rosid menambahkan, IPhO atau yang biasa dikenal dengan Olimpiade Fisika Internasional diikuti siswa sekolah menengah dari 87 negara. Dari 87 negara tersebut, 17 negara meraih medali emas. 11 dari 17 negara tersebut merupakan negara Asia, 4 negara Eropa, 1 Amerika Serikat, dan 1 Australia. “Setiap siswa harus menjalankan dua jenis ujian fisika, yaitu theoretical and experimental,” jelasnya.

Syamsu Rosid menambahkan, kemenangan ini merupakan bukti sekali lagi bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi yang sama tingginya dengan pelajar lain di dunia. Olimpiade Fisika Internasional merupakan kompetisi tahunan untuk siswa sekolah menengah yang bertujuan untuk mempromosikan fisika dan interaksi antar siswa internasional,” tutup Syamsu Rosid. (Red)