Lawan !!, LMND Gelar Aksi Demo Usir PT. Freeport dari Indonesia

684

BANDAR LAMPUNG – Selasa, 10 oktober 2017 Liga mahasiswa nasional untuk demokrasi lampung (LMND) kembali melakukan aksi Usir PT.freeport di depan lampu  merah unila. Aksi yang di gelar puluhan mahsiswa yang tergabung dalam LMND ini berlangsung  sore dari  jam 16.00 sampai pukul 17.00wib. Massa aksi menutut agar pemerintah tidak takut dalam mengadapi PT. Freeport  yang sudah jelas tidak patuh terhadap hukum negara indonesia  dengan  di tolaknya kesepakatan untuk divestasi 51% saham dan pembangunan smalter.

I made edi yatmaja selaku korlap aksi menyampaikan “jika PT.freeport kembali menolak kesepakatan devestasi 51% saham maka PT. Freeport harus angkat kaki dari negara indonesia” didalam peraturan pemerintah pasal 97 No. 1 tahun 2017 bahwa perusahaan asing yang melakukan kegiatan pertambangan diwajibkan melepaskan sahamnya kepada pihak Indonesia secara bertahap sesuai waktu produksi. Lanjutnya

Dari penolakan Freeport ini menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kedaulatan dan kekuatan untuk menekan Freeport. Sudah saatnya Negara lewat pemerintah menerapkan Trisakti dengan jalan Nawacita dan mendesak Freeport agar menyelesaikan kewajibannya sebagai perusahaan direpublik indonesia.

Maka sudah seharusnya tindakan tegas diambil oleh pemerintah dengan menggayang  freeport dan menasionalisasi aset freeport yang di peruntukan untuk masyarakat indonesia untuk kepentingan hajat orang banyak yang terkandung dalam pasal 33 UUD  1945.

Ricky satriawan selaku ketua wilayah LMND Lampung menambahkan dalam orasinya “saat ini freeport masih menjadi simbol kolonialisme  dan kapitalisme di tanah papua, ini terbukti ketika masih banyak angka kemiskinan dan penindasan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat baik di papua maupun di seluruh indonesia”.

Ricky menegaskan bahwa masyarakat indonesia harus terlibat dalam persoalan yang ada di papua, karanea sebagai negara yang menganut paham pancasila penting untuk memperluas kesadaran terhadap persoalan-persoalan yang terjadi saat in.

BACA JUGA:  ' Aroma Impor Bawang ', FITRA Dorong Aplikasi Pengadaan Kuota Berbasis Transparansi dan Efektif

“saat ini saya berada di lampung dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyuarakan ganyang freeport dari indonesia, pemerintah harus tegas dan memenangka pancasila, trisakti dan nawacita seutuhnya” tambah rikcki saat orasi.

Di akhir demonstrasi  massa aksi mebacakan beberapa tuntutan, di antaranya :

  1. Jika Freeport menolak divestasi saham 51% yang cukup kompromis maka seruan kita adalah nasionalisasi dan angkat kaki dari Indonesia
  2. Pemerintah harus tegas dan mengakhiri struktur ekonomi colonial Freeport serta mendorong pembangunan Smeelter untuk pengolahan serta pemurnian logam agar tidak ada lagi ekspor kosentrat terus menerus yang merugikan bangsa ini
  3. Mendesak Freeport Mengakhiri kerusakan ekologis dan social yang disebabkan oleh kegiatan penambangan Freeport yang mencemari tiga sungai besar yakni Aghawagon, ottoman,Ajkwa.
  4. Hentikkan perlakuan khusus terhadap Freeport dalam pemberian keringanan pajak
  5. Prinsip pengelolaan kekayaan tambang Freeport harus mengabdi pada demokrasi ekonomi, sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal 33 UUD 1945.Di situ negara mengelola secara mandiri kekayaan alamnya dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dan usaha bersama rakyat semacam koperasi.
  6. Mendesak kementrian Keuangan, BUMN dan ESDM agar lebih berpihak kepada  kepentingan nnasional bukan kepada Freeport
  7. Mendesak Jokowi – JK agar menjalankan TRISAKTI dan Nawacita  secara konsekuen

Bangun persatuan nasional, Menangkan pancasila, hentikan imperialisme!. (Andii Bojjez/dha)