Kurikulum 2013, Siswa SDN 1 Nunggal Rejo Mandiri dan Berani

1382
Kepala SD Negeri 1 Nunggal Rejo Kecaatan Punggur, Eni Berty, SPd (dua dari kanan, red) foto bersama siswa-siswinya, yakni para penari cilik pada ajang lomba tingkat Kabupaten beberapa waktu lalu.

Punggur, Inspirasi Post – Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Nunggal Rejo Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), berupaya terus komit meningkatkan mutu sekolahnya. Salah satunya dengan memaksimalkan ekstra kurikuler (Ekskul) pada anak didiknya dan Kurikulum 2013 (K13) menjadikan siswa lebih mandiri serta berani dalam proses pembelajaran. Peserta didik lebih mandiri, karena proses pembelajarannya menekankan peran serta siswa. 

Kepala SD Negeri 1 Nunggal Rejo, Eni Berty, SPd mengatakan dengan kemandirian itu, tercipta keberanian siswa sehingga pesertra didik berani bertanya, berkomunikasi, melakukan pengamatan, dan lainnya. “K13 mengutamakan ketrampilan proses, tidak mengutamakan pada hasil akhir atau nilai. Prosesnya melatih anak untuk berani. Berani mengungkapkan, bertanya, mengkomunikasikan. Mungkin sekolah lain, materi semuanya dari guru, tetapi sekarang anak juga cari sendiri,” jelas Eni Berty kepada Inspirasi Post, Jumat (6/4/2018).

Lebih lanjut Heni menambahkan, penekanan pada proses pembelajaran, membuat anak dinilai secara lebih detail. Sehingga, anak tidak hanya dinilai dari segi hasil akhir pengetahuannya, tetapi juga bagaimana dan sejauh mana siswa SD Negeri 1 Tanggal Rejo berproses. Meski penilaiannya cukup rumit bagi guru, namun penilaian ini menjangkau seluruh aspek yang ada pada siswa. “K13 penilaiannya mencakup 4 kompetensi, kompetensi religi, sosial, pengetahuan dan ketrampilan, kalau dulu kan fokusnya hampir ke pengetahuan saja, kalau sekarang berarti 4 kompetensi itu,” imbuhnya.

Dijelaskannya, untuk penilaiannya lebih kompleks dari penilaian sebelumnya. Sistem penilaian yang lebih rinci ini malah membuat orang tua bingung. Karena sebagian penilaiannya berbentuk deskripsi, sedangkan orang tua lebih menekankan pada angka atau nominal dari anak. “Orang tua itu masih tanya berapa nilai anak saya, bukannya bagaimana anak saya? kemampuan anak saya sudah sampai berapa pak? sudah bisa atau belum?”

BACA JUGA:  Mantap !?! Ketua HIPMI Metro Dukung “Problem Solving” Pedagang Kota

“Oleh karenanya, kata Eni, sistem penilaian yang terbaru sudah memuat nilai, predikat dan deskripsi. Di dalam penilaian tersebut nanantinya akan muncul nilai, predikat (abc), serta deskripsi yang meliputi kompetensi dasar yang mendapat nilai tertinggi dan terendah dari siswa. Diharapkan dengan ini, orang tua nantinya dapat lebih mudah memahami bagaimana proses dan hasil belajar anak selama di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, SDN 1 Nunggal Rejo saat ini, berusaha untuk melengkapi sarana prasarana tersebut untuk menunjang proses pembelajaran. Salah satunya, yakni sarana penunjang pembelajaran berbasis IT. Pihaknya, juga telah melengkapi setiap kelas dengan LCD Proyektor. Selain itu, akses internet pun sudah tersedia sampai ke seluruh bagian sekolah. Sehingga baik guru maupun siswa dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk mendukung proses pembelajaran,” pungkasnya. (Ipung/Red)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)