Ketua AWI Kecam Kepala Puskesmas Ancam Wartawan

185
Ketua AWI Kecam Kepala Puskesmas Ancam Wartawan
Inspirasi Post || 28 September 2020
Bekasi – Dalam Undang-undang Pers terdapat pengertian pers, perusahaan pers dan wartawan. Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, media siber dan segala jenis saluran yang tersedia
Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.
Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.  Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik.
Di lain pihak oleh beberapa kalangan media di anggap juga sebagai penghalang bahkan alergi dengan pemberitaan, semisal beberapa waktu lalu awak media Monologis, Dian Surahman mendapat ancaman dari oknum Kepala Puskesmas Babelan 2, ketika Dian Surahman hendak mengkonfirmasi Kapuskes Babelan 2 melalui pesan Wattsup terkait pemberitaan yang di lansir suara Cikarang. yang berjudul “Kapuskes Babelan 2 enggan keluarkan surat keterangan pasien covid 19 yang sudah meninggal”
Alih alih bukan mendapatkan jawaban yang baik malah mengeluarkan nada ancaman, “Saya tuntut anda UUD IT menyebabkan berita yang tidak semestinya”
Kita liat aja ya,, jangan coba2 berbuat tidak menyenangkan dan membentuk opini buruk anda siap2, ujar Dian Surahman membeberkan isi pesan Wattsap dari Kapuskes Babelan 2,
Hal Senada juga di sampaikan ketua benteng Bekasi DPC Babelan (Marsup)
“Saya juga menerima pesan Wattsap kurang lebih hampir sama isi pesannya,
“Pak sy g suka bpk mengeluarkan pemberitaan d media yg mencemarkan nama sy selaku Kapuskesmas, sy punya hak melaporkn anda,!!!,, ” tutur Marsup atas isi pesan Wattsap Kapuskes Babelan 2,
Lalu bang Marsup membeberkan bukti isi percakapannya kepada awak media, yang kurang lebih percakapannya seperti ini,
“S”
“Pak sy g suka bpk mengeluarkan pemberitaan d media yg mencemarkan nama sy selaku Kapuskesmas.
 ‘M’
Ibu kan punya hak jawab
‘S’
Saya punya hak melaporkn anda,!!!
‘M’
Nanti akan sy sampaikan melalui pemberitaan
Apa yg ingin ibu sampaikan,? Biar nanti saya rilis pemberitaannya,
‘S’
Sy tuntut anda pencemaran nama, pembentukan opini buruk
Siap2 yaa,,!!
‘M’
Itu hak ibu
‘S’
“Sy ga main2
Perihal ibu MS sy dan tim bekerja maksimal dari evakuasi merujuk hingga lewat waktu jam kerja Puskes, Saya dan tim selesai sampe dirumah itu jam 24.30 Wib, anda dengan enaknya membuat berita buruk
Bukan berterima kasih malah menjelekkan Puskesmas yg sudah babak belur”
“Mungkin kesal akhirnya nomer saya di blokir,” Ucap Marsup pada Awak Media.
Tidak sampai di situ Kapuskes Babelan 2 juga mengancam Rahmat narasumber dari berita sebelumnya, yang juga keluarga dari almarhumah ibu MS yang meninggal di nyatakan covid 19,
Bermaksud ingin mengurus surat-surat kelengkapan administrasi yang di butuhkan oleh Kemensos malah tak luput dari ancaman,
Kepada awak media Rahmat menuturkan,
“Saya menerima panggilan tak terjawab berkali kali, dan menerima pesan Wattsap dari Kapuskes yang mengatakan” bahwa salah satu pesan berbunyi begini,, “Saya tunggu hari  ini di desa (Huripjaya -red) jam 4 Bawa keluarga ibu MS,..saya tuntut balik atas pemberitaan yg anda buat.
Lalu saya jawab, “Atas dasar apa ibu menuntut saya kalau ibu menuntut, coba aja tuntut media kenapa harus saya,” Ucap Rahmat.
Sebelum nomer saya di blokir Kepala puskes sempet bilang, ” Otak kamu di mana,? ..Otak di pake hati di bersihin’..sekarang mah yang penting saya fokus ngurusin surat surat kelengkapan,..Soal ancaman mah udah saya kagak pikiran,”Katanya ke saya, Imbuh Rahmat. (*)
Sumber  : Rilis Pejuanghukum45. Com
Publisher : Red-Rik
BACA JUGA:  Disinyalir Ada Praktek KKN Proses Pelelangan Proyek Pekerjaan Pembangunan IPA SPAM Desa Jelutung