Keluarga Besar IMO Indonesia ‘Berbelasungkawa’ Atas Wafatnya Tokoh Nasional BJ Habibie

54

Jakarta – Indonesia hari ini berduka dengan wafatnya Presiden RI ke-3, BJ Habibie. Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun.

Dengan seketika, jagat raya ramai memperbincangkannya terlebih media sosial. Baik dari ucapan belasungkawa maupun doa untuk Tokoh yang dikenal mempunyai kecerdasan di atas rata-rata tersebut

Satu diantara yang berbelasungkawa adalah Dewan Pengawas IMO-Indonesia, Tjandra Setiadji. Ia mewakili keluarga besar IMO Indonesia menyatakan turut berbelasungkawa atas wafatnya tokoh nasional BJ Habibie.

“IMO-Indonesia secara kelembagaan maupun pribadi antar pengurus ikut berbelasungkawa atas meninggalnya BJ Habibie”, terang Andy sapaan akrabnya itu.

 

Bagi Andy, BJ Habibie adalah guru Bangsa. Bukan karena pernah menjabat Presiden, tetapi karena tauladan yang diberikan untuk rakyat Indonesia selama hidupnya.

“Beliau guru bangsa dan dengan ke-jeniusannya, Indonesia bisa menjadi Negara yang diperhatikan dalam kancah dunia,” tambah Andy yang juga Praktisi Hukum itu.

Sebagaimana dikabarkan, BJ Habibie meninggal dunia pada hari ini, Rabu 11/09/2019. Kabar soal meninggalnya BJ Habibie disampaikan oleh Kepala RSPAD Dr Terawan. “Benar, pukul 18.05 WIB,” ujarnya.

 

Cucu keponakan BJ Habibie, Melanie Subono, juga mem-posting soal kepergian BJ Habibie di akun medsosnya. Sehingga kabar tersebut bukanlah hoax.

Andy mengajak lapisan masyarakat untuk mendoakan Almarhum dan jasa-jasanya dapat menjadi ilmu yang terus dilanjutkan oleh generasi setelahnya.

“Semoga beliau tenang bersama-Nya,” pungkas Andy.

( Red / Dha / IMO Indonesia )

BACA JUGA:  Presiden Jokowi: Pemerintah Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat dan Tuntaskan Kemiskinan